Kali ini saya ingin sedikit menuliskan tentang banyaknya mereka yang mengaku sebagai aktifis Dakwah ( dari berbagai macam harakah ) yang sering berkicau didunia maya yang sering kali bersilat lidah karena perbedaan pandangan akan suatu permasalahan, sehingga ada diantara mereka yang begitu lantang mengeluarkan kata kata celaan demi mempertahankan argument yang mereka yakini.......
Wednesday, August 29, 2012
Jangan Menghakimi Kegalauan Orang Lain
Galau adalah fenomena yang sebarnya tidak asing lagi di kehidupan sehari hari, ia tidak hanya melekat pada sosok remaja saat ini bahkan orang yang sudah tua pun bisa merasakan dampak dari Galau ini sendiri. Galau merupakan kondisi dimana ketika perasaan seorang insan bimbang, cemas, khawatir bahkan resah di suatu kondisi tertentu. Dan kondisi inilah yeng membuat perasaan semakin labil. Siapapun orangnya tentu pernah merasakan Galau termasuk diri kita sendiri. Banyak cara untuk mengekspresikan rasa galau, bisa melalui status status yang melankolis yang berbau persepsi, atau bahkan curhat kepada sesama teman tentang kondisi ataupun suasana hatinya. Penilaian akan suatu kegalauan seseorang akan muncul mana kala timbul suatu persepsi. Persepsi merupakan ekspersi penilain orang dari sudut pandang tertentu. Kadang kala kita begitu mudah untuk menilai sesorang galau, padahal bisa jadi diri kita sendiri yang sebenarnya sedang di landa kegalauan yang teramat sangat. Setiap orang berhak untuk Merasakan Galau, namun tidak semua orang berhak untuk menghakimi kegalauan orang lain. Maksudnya adalah ketika ada kondisi dimana seorang sahabat kita sendiri sedang di landa kegalauan maka tak seharusnya lah kita menghakiminya dengan menebarkan informasi kegalauan sahabat kita ini kepada orang lain. Karena bisa jadi ketika kita sering menghakimi kegalauan orang lain bisa jadi efek kegalauan itu akan menjadi boomerang untuk menyerang balik kepada kita. Sebuah sindiran pun bisa jadi implementasi dari rasa ingin menghakimi kegalauan orang lain, biasanya sindiran ini berupa ungkapan penilaian kegalauan seseorang melalui bahasa kiasan yang tidak secara langsung di tujukan kepada objek galau itu sendiri. Menghakimi kegalauan orang lain tidak akan mampu memberikan nilai manfaat yang berarti bagi diri kita dan orang lain. Karena sungguh menghakimi kegalauan orang lain hanya akan berdampak buruk bagi yang menghakimi dan yang di hakimi kegalauannya. Bukan lah tugas kita untuk melarang seseorang untuk galau, karena tugas kita hanyalah memberikan saran dan masukan agar galaulah pada tempatnya. Ya galaulah pada tempatnya sehingga kita bisa menemukan jawaban atau solusi atas setiap kegalauan yang melanda kita. Galau bukan untuk di hakimi, galau juga bukan untuk di sebar luaskan agar orang berbelas kasihan kepada kita, galau pun bukan untuk di dramatisir layaknya sinetron ataupun telenovela. Maka mulai saat ini stop dan berhentilah untuk menghakimi kegalauan orang lain, liat lah kedalam cermin diri kita bisa jadi ada butiran butiran bahkan serpihan kegalauan yang ada didalam diri kita yang tidak kita ketahui.Dan sebaik baiknya tempat untuk mengobati kegalauan kita adalah dengan mengadukan semuanya kapada Allah SWT Yang Maha Melihat dan Maha Menatap setiap isi hati kita. Karena Allah lah yang punya obat atas setap kegalauan kita.
Don’t Galau Be Happy
30 Agustus 2012
Gunawan Alfarizi
Mahasiswa Ekstensi 2011 Institut Sains Dan Teknologi Nasional |
Teknik Telekomunikasi | Engineer On Site PT Telkom | Kontributor Penulis 165
Teknik Telekomunikasi | Engineer On Site PT Telkom | Kontributor Penulis 165
Friday, August 24, 2012
Ada kasih sayang Allah di balik ujian yang datang
Posted by
Gunawan Alfarizi
Labels:
Catatan Inspirasi Islami,
Catatan Saripati Hikmah,
Motivasi Islami
at
2:44 AM
Setiap insan yang ada di muka bumi ini memiliki episode kehidupan masing masing, dan tentu disetiap episode kehidupan yang berjalan tidak dapat di pungkiri bahwa di dalamnya selalu ada ujian yang datang. Ujian ini bisa jadi berupa teguran dan juga bentuk kasih sayang dari Allah SWT, tergantung bagaimana kita menyikapinya dengan hati yang bersih kah atau dengan hati yang keruh dengan noda hitam. Maka Hanya insan yang berhati bersihlah yang mampu mengambil saripati hikmah dari setiap ujian yang Allah berikan kepadanya, bahwa sesulit apapun ujian yang datang pada dirinya akan diyakini bahwa itu sebagai bentuk kasih sayang Allah kepadanya agar ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari episode episode sebelumnya. Sementara bagi seorang insan yang berhati keruh akan menganggap setiap ujian yang hadir merupakan bencana yang tak ada ujung penyelesaian masalahnya, sehingga muncul rasa cemas, gelisah, dan kepanikan yang tidak menenangkan lahir dan bathin.
Ada rahasia dibalik rahasia atas setiap ujian yang Allah berikan kepada setiap makhluknya. Karena sungguh Allah memiliki alasan mengapa Ia menurunkan ujian kepada Hamba HambaNya, bukan semata mata karena ingin memberikan teguran, tetapi harus kita yakini ini adalah bentuk training dari Allah kepada diri kita agar kita bisa menapaki derajat insan yang beriman disisi Allah SWT. Sungguh Allah tidak akan menguji suatu kaum melainkan sesuai dengan kemampuannya. Allah tidak akan menguji hambaNya di laur batas kemampuan hambaNya, maka yakinlah bahwa disetiap ujian yang Allah berikan kepada kita mampu untuk kita hadapi, karena yang menjadi masalah adalah bukan ujian yang datang, tetapi bagaimana cara kita menghadapi dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang datang kepada kita. Laksana anak kecil yang akan naik kelas dari mulai kelas 1 ke kelas 2, maka untuk bisa mencapai ke kelas 2 sang anak pun harus bisa melewati ujian apakah ia mampu untuk lulus masuk ke kelas 2 atau tidak. Ujian Allah bisa datang kapan saja dan dari arah yang tidak di duga duga, ia seperti angin yang sulit untuk kita terka arah datangnya. Maka Hal yang kemudian harus kita siapkan adalah bukan untuk mengetahui kapan ujian itu datang, tetapi seberapa siapkah diri kita untuk menyiapkan manuver keimanan ketika ujian itu datang.
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW :
Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ’Azza wa jalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi).
Sudah seharusnya kita menjadikan ujian yang datang sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Memiliki semua jawaban atas setiap permasalahan hidup kita. Ujian yang datang membuktikan bahwa diri kita ini begitu lemah, sehingga kita membutuhkan pertolongan Allah SWT. Ujian yang datang bukan karena Allah benci kepada kita, tapi sungguh karena Allah sayang kepada kita.
Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. An Nasyr: 5)إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Q
Allah memiliki banyak pintu kemudahan agar kita bisa melewati setiap ujian yang datang, maka Sertakanlah selalu hati yang bersih dan keyakinan yang menghujam di dalam dada akan dekatnya pertolongan Allah mana kala kita pun dekat dengaNya. Jangan pernah ragu akan janji datangnya pertolongan Allah, Allah lah yang punya kuasa membalikkan keadaan, Allah lah yang memiliki kuasa menjadikan kita tersenyum bahagia selepas kita menangis, dan Allah lah yang memiliki kuasa atas setiap jawaban di setiap ujian yang kita hadapi, Jangankan Menenangkan ombak yang ganas, menenangkan air mata kita yang larut di pipi dan mengubahnya menjadi senyuman yang manispun Allah sudah pasti sanggup. Maka untuk apa kita ragu, yakinlah Ada kasih sayang Allah di balik ujian yang datang dan mulai saat ini, ketika ada ujian yang datang haruslah kita Hadapi, Hayati dan Nikmati,
Wallahualam Bissawab,
Gunawan Alfarizi
23 Agustus 2012
.
Seyakin Doa, Seoptimal Ikhtiar Dan Sepasrah Tawakal
Posted by
Gunawan Alfarizi
Labels:
Catatan Inspirasi Islami,
Catatan Saripati Hikmah,
Motivasi Islami
at
1:00 AM
Narasi kehidupan yang di jalani oleh setiap insan tentu tak ter-elakan dari serangkaian keinginan dan harapan. Tentunya untuk bisa mewujudkan apa yang kita harapkan agar bisa berbuah manis di perlukan suplemen pendukung agar menjadi satu kesatuan yang kuat. Suplemen ini adalah doa, ikhtiar dan tawakal yang menjadi pupuk semangat kita dalam mewujudkan keinginan dan harapan. Doa, ikhtiar dan tawakal laksana organ yang ada di dalam satu tubuh yang memiliki peran tersendiri untuk menjalankan fungsinya namun memiliki tujuan yang sama yaitu untuk bisa saling bersinergi untuk mencapai tujuan yang di harapkan. Dalam fase Perjalanan hidup setiap insan tidak dapat di pungkiri bahwa setiap perjalanan yang di arungi untuk mewujudkan keinginan dan harapan tak terlepas dari krikil krikil yang menghadang. Maka untuk bisa menghadapi krikil krikil ini kita membutuhkan manuver berupa Do'a, karena dengan adanya untaian doa sesungguhnya akan menimbulkan percikan keberanian dalam diri kita agar tumbuh rasa yakin yang menghujam di dalam dadanya bahwa setiap kerikil yang menghadang pasti dapat kita lewati. Karenanya bukan lah hal yang sulit bagi Allah untuk mengabulkan setiap doa ataupun permintaan setiap hambaNya, lantas apakah do'a saja sudah cukup ? tentunya tidak ! fase selanjutkan adalah dengan mengoptimalkan ikhtiar yang kita jalani. Karena ikhtiar merupakan bentuk total action sekaligus implementasi dari untaian doa yang kita panjatkan. Cukupkah sampai disitu ? tentunya ada satu hal lagi yang tidak bisa kita tinggalkan yaitu tawakal, setelah serangkaian doa dan dan kerja keras kita dalam berikhtiar maka selanjutnya adalah bertawakal atau menyerahkan semua jawabannya kepada Allah SWT sang pemilik setiap jawaban, karena hanya Allah lah yang Maha Tahu atas setiap kebutuhan hambaNya di bandingkan dengan diri kita sendiri.
Mari kita simak ayat yang begitu Indah ini Dalam surah Al-Baqarah ayat 186 Allah berfirman,
“Dan apabila hamba-Ku bertanya kepada mu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada- Ku.”
“Dan apabila hamba-Ku bertanya kepada mu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada- Ku.”
Janji Allah ini tidak mungkin salah dan diingkari. Setiap doa yang dipanjatkan, pasti dikabulkan, tentunya semuanya itu adalah jawaban yang terbaik yang Allah berikan untuk kita.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 2: 216)
Maka mulai saat ini sertakan selalu keyakinan yang menghujam di dalam dada kita akan setiap doa yang kita panjatkan, dan berusaha seoptimal mungkin disetiap ikhtiar yang kita jalani, selanjutnya pasrahkan semuanya kepada Allah dengan bertawakal selalu padaNya,
Wallahualam bissawab,
Gunawan Alfarizi
23 Agustus 2012
Thursday, August 9, 2012
Apa sih Cloud Computing ( komputasi awan ) ?
Di acara Upgrading EOS ( Engineer On Site ) Telkom di Menara multimedia lnt 3 beberapa minggu yang lalu selain acara buka bersama dan silaturahmi, di isi juga dengan presentasi pengenalan product knowladge dari SIGMA tentang telkomcloud. Memang produk ini bukan lagi hal yang asing ditelinga, hanya yang masih asing adalah dalam bentuk implementasinya dilingkungan coorporate. Sebagai ilustrasi pengenalan awal dari cloud computing ini adalah layaknya kita menggunakan jasa listrik dari PLN ( Perusahaan Listrik Negara ). Untuk bisa menikmati listrik yang ada di rumah kita tentu kita tidak perlu lagi membangun infrastruktur pembangkit listrik di area rumah kita. Kita tidak perlu repot repot untuk memikirkan bagaimana listrik yang kita sewa bisa masuk kedalam rumah kita. Yang terpenting adalah listrik bisa mencukupi kebutuhan rumah kita, dan yang kita lakukan untuk bisa mendapatkan layanan listrik ini cukup dengan mendaptarkan ke PLN. PLN lah yang nantinya akan melakukan perawatan dan maintenance semua infrastrukur pembangkit listriknya sehingga bisa di alirkan ke setiap rumah. Mungkin ini sebuah analogi sederhana tentang gambaran dari implementasi cloud computing. Telkom sebagai penyedia jasa cloud computing dengan produk telkomcloudnya menawarkan sebuah kemudahan kepada coorporate dalam menyediakan solusi teknologi informasi. Perusahaan tinggal menyewa layanan telkomcloud ini dan menikmati berbagai macam layanan TIK, sedangkan untuk perihal infastrukur dan maintenance maupun aplikasi semuanya menjadi tanggung jawab provider untuk mengelolanya. Sehingga lebih hemat dalam biaya infastruktur dan maintenance. Layanan Cloud Computing secara garis besar dapat dikelompokan menjadi, Infrastructure as a Service (IAAS), Platform as a Service (PAAS), sampai kepada Software as a Service (SAAS) yang seluruhnya disalurkan ke pelanggan melalui jejaring yang aman dan terpecaya. Untuk lebih detail bisa cek di situs resmi telkomcloud : http://www.telkomcloud.com/sme/
Wednesday, August 8, 2012
Burung pun tak selamanya terbang di udara
Maha Suci Allah yang menciptakan alam semesta raya berserta dengan isinya. Tidak ada satupun dari ciptaan Allah yang di ciptakan secara sia sia melainkan di dalam terdapat berjuta rahasia hikmah yang bisa kita petik. Kali ini kita akan belajar mengambil hikmah dari kehidupan seekor burung. Allah SWT memberikan keistimewaan kepada makhluk ini, keistimewaan yang bisa kita lihat dari seekor burung adalah bahwa ia bisa terbang di udara dengan dua sayapnya. Terbang bebas mengelilingi daratan dan menghias langit yang biru. Namun adakalanya ia pun hinggap di ranting ataupun dahan yang rindang untuk sekedar menghela nafas dan menikmati indahnya alam sambil memijakan kedua kaki mungilnya dan merengangkan kedua sayapnya yang lelah. Karena tak selamanya burung bisa terus menerus terbang tanpa henti mengelilingi daratan yang begitu luasnya, Ia berhenti sejenak untuk sekedar menikmati alam dan menikmati sajian dari Allah untuk mengisi energi agar bisa terbang kembali. Hinggap dari satu tempat ke tempat yang lain tak hanya sekedar mencari makan, tapi juga menikmati indahnya Alam yang Allah ciptakan. Filosofi kehidupan seekor burung pun bisa menjadi sebuah pelajaran bagi kita bahwa tak selamanya kita terus menerus berlari adakalanya kita pun harus mengambil waktu sejenak untuk menghela nafas dan mengisi kembali tenaga yang mulai melemah agar bisa kembali berlari kencang. Luangkan waktu sejenak untuk menikmati indahnya setiap sajian pemandangan Yang Allah ciptakan dengan begitu mempersonanya sambil berdzikir, mengAgungkan AsmaNya. Ambil lah jeda dalam kehidupan kita untuk bersyukur dan bermunajat kepada Allah, Ambil lah jeda dalam kehidupan kita untuk menghisab diri dan bertaubat kepada sang Khaliq. Istirahatmu bukanlah untuk diam selamanya, istirahatmu adalah sebuah Per kuat yang mampu melepaskanmu untuk melesat jauh dan belari kencang menuju CintaNya. :)
Mahasiswa Ekstensi 2011 Institut Sains Dan Teknologi Nasional |
Teknik Telekomunikasi | Blogger Mania | Kontributor Penulis 165 |
Tuesday, July 31, 2012
Ingin bahagia dalam hidup? Bahagiakanlah orang-orang disekitar kita
Rasa sedih dan rasa bahagia tak perlah luput menyelimuti setiap momentum perjalanan hidup kita. Tidak ada di dunia ini orang yang selalu merasa sedih berkepanjangan, tidak pula ada di dunia ini orang yang selalu bahagia secara berkepanjangan. Laksana roda kehidupan adakalanya kita merasakan perasaan yang begitu sedih, dan adakalahnya kita merasakan kebahagiaan yang teramat sangat. Rasa sedih tentu tidak ingin kita tularkan kepada orang lain, agar orang lain menjadi sedih, tentu rasa bahagialah yang ingin kita beri kepada orang lain agar orang lain bahagia. Bahagia, ya satu kata yang sederhana namun di dambakan selalu kehadirannya dalam kehidupan setiap insan yang ada di muka bumi ini. Mendambakan kebahagiaan adalah sebuah fitrah dari setiap insan, siapapun orangnya semuanya pasti menginginkan kebahagiaan senantiasa melekat pada dirinya, baik itu kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Jika kita berbicara tentang perasaan bahagia, tentu semua tidak akan pernah luput dari skenario Allah SWT yang selalu memberikan karunia kebahagian kepada setiap insan yang ia pilih untuk bahagia. Kebahagian sejati bisa di rasakan oleh setiap insan, jika ia selalu menyertakan hati dan pikrian yang jernih untuk bisa menjemput kebahagiaan di dalam hidupnya sendiri. Salah satu kendaraan yang bisa mengantarkan diri kita pada Kebahagian bathin adalah dedengan berbagi kebahagiaan kepada orang orang yang ada di sekitar kita. Karena sungguh bisa jadi kebahagiaan yang kita rasakan saat ini adalah karena ada lantunan doa kebaikan dan Kebahagian dari orang lain untuk kita. Bahagia yang kita rasakan tidak akan pernah lepas dari campur tangan Allah dalam menyelimuti hati kita untuk bisa meraskan bahagia itu sendiri. Dan keterlibatan orang lain yang ada di sekitar kita pun turut serta mewarnai corak kebahagiaan yang kita rasakan saat ini.
Sungguh indah dan damainya hidup ini jika kita bisa membahagiakan orang orang yang ada di sekitar kita. Kebahagiaan akan begitu terasa jika kita mampu menularkan rasa bahagia itu sendiri kepada orang lain. maka mari kita simak hadist yang begitu indah ini, tentang indahnya berbagi kebahagiaan kepada orang yang ada di sekitar kita :
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ اَلدُّنْيَا, نَفَّسَ اَللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ اَلْقِيَامَةِ
“Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang mukmin dari kesusahan dunia maka Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat“. (HR. Muslim)
وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ, يَسَّرَ اَللَّهُ عَلَيْهِ فِي اَلدُّنْيَا وَالآخِرَةِ
“Barangsiapa memberi kemudahan orang yang dalam kesulitan maka Allah akan memudahkan didunia dan diakhirat”. (HR. Muslim)
مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا فِى الدُّنْيَا، سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ
“Barangsiapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya didunia dan diakhirat” (HR. Muslim)
وَاَللَّهُ فِي عَوْنِ اَلْعَبْدِ مَا كَانَ اَلْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
“Dan Allah selalu menolong hamba selama hamba menolong saudaranya”. (HR. Muslim)
مَنْ أَقَالَ مُسْلِمًا ، أَقَالَهُ اللَّه عَثْرَتَهُ
“Barangsiapa yang menerima pembatalan jual beli seorang muslim maka Allah menerima pembatalan kesalahannya”. (HR. Abu Daud & Ibnu Majah)
مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيهِ تَتَبَّعَ الله عَوْرَتَهُ ، وَمَنْ تَتَبَّعَ الله عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي جَوْفِ بَيْتِهِ
“Barangsiapa mencari-cari aib saudaranya niscaya Allah akan mencari-cari aibnya, dan barang siapa yang aibnya dicari-cari oleh Allah niscaya Allah akan mempermalukan dia meskipun dia berada di dalam rumahnya sendiri.” (HR. Abu Daud no. 4236 dan At-Tirmizi no. 2032)
مَنْ ضَارَّ مُسْلِمًا ضَارَّهُ اَللَّهُ
“Barangsiapa merugikan seorang muslim maka Allah merugikannya” (HR. Abu Daud & Tirmidzi)
وَمَنْ شَاقَّ مُسَلِّمًا شَقَّ اَللَّهُ عَلَيْهِ
“Barangsiapa mempersulit urusan seorang muslim maka Allah akan mempersulit urusannya” (HR. Abu Daud & Tirmidzi)
مَا مِنِ امْرِئٍ يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا فِى مَوْضِعٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ وَيُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ إِلاَّ خَذَلَهُ اللَّهُ فِى مَوْطِنٍ
يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ وَمَا مِنِ امْرِئٍ يَنْصُرُ مُسْلِمًا فِى مَوْضِعٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلاَّ
نَصَرَهُ اللَّهُ فِى مَوْطِنٍ يُحِبُّ نُصْرَتَهُ. أخرجه أبو داود.
“Tidaklah seseorang menelantarkan seorang muslim pada saat dinodai harga dirinya dan dirusak kehormatannya maka Allah akan menelantarkan disaat dia suka seandainya ditolong. Tidaklah seseorang menolong seorang muslim pada saat dinodai harga dirinya dan dirusak kehormatannya maka Allah akan menolongnya disaat dia suka seandainya ditolong.” (HR. Abu Daud)
مَنْ سَمَحَ سَمَحَ اللَّهُ لَهُ
“Barangsiapa yang bertoleransi maka Allah akan bertoleransi kepadanya” (Al I’lam Ibnul Qoyyim)
الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ
“Dan orang-orang yang mengasihi maka akan dikasihi oleh yang Maha Pengasih” (Fathul Bari)
إِنَّمَا يَرحمُ اللهُ مِن عِبَادِهِ الرُّحمَاءَ
“Sesungguhnya Allah hanya akan menyayangi hamba-hambaNya yang kasih sayang” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Maka mulai saat ini, selagi hayat masih di kandung badan, jantung masih berdenyut, dan desah nafas masih berhembus, jangan pernah berhenti untuk berupaya membantu saudara kita agar bisa merasakan kebahagiaan seperti kebahagiaan yang kita rasakan, karena berbagi itu indah :)
Wallahualam bisawab,
Wednesday, July 18, 2012
INSTALASI DAN KONFIGURASI OPENVPN PADA LINUX ( Red hat 5 ) DAN WINDOWS XP
OpenVPN
OpenVPN adalah aplikasi open source untuk Virtual Private Networking (VPN), dimana aplikasi tersebut dapat membuat koneksi point-to-point tunnel yang telah terenkripsi. OpenVPN menggunakan private keys, certificate, atau username/password untuk melakukan authentikasi dalam membangun koneksi. Dimana untuk enkripsi menggunakan OpenSSL.
Langkah-langkah membangun jaringan VPN adalah :
1. Pada VPN gateway membuat shared key dan certificate
2. Mengirimkan key tersebut kepada client yang akan melakukan koneksi
3. Membangun koneksi dengan menggunakan key yang telah didapat dari suatu VPN
Gateway Untuk menggunakan openVPN perlu dilakukan installasi, pada OS RHEL 4 dapat dilakukan dengan cara :
- download paket openvpn.2.x.x.tar.gz, lzo.2..x.x.tar.gz dan openvpn.2.x.x.gui.exe di www.openvpn.net
- copykan paket openvpn.2.x.x.tar.gz dan lzo.2..x.x.tar.gz ke /usr/local/src
- ekstrak paket lzo.2..x.x.tar.gz
#tar –xzvf lzo.2..x.x.tar.gz
#./configure
#make
#make install
- ekstrak paket openvpn.2.x.x.tar.gz
#tar –xzvf openvpn.2.x.x.tar.gz
#./configure
#make
#make install
- buat direktori openvpn di /etc/
#mkdir openvpn
- copikan easy-rsa ke /etc/openvpn
#cp –r /usr/local/src/opemvpn.2.x.x/easy-rsa / /etc/openvpn
- copikan file server.conf ke /etc/openvpn
#cp /usr/local/src/openvpn.2.x.x/sample-config-files/server.conf /etc/openvpn
- copikan openssl.cnf ke /etc/openvpn
#cp /usr/local/src/openvpn.2.x.x/easy-rsa/openssl.cnf /etc/openvpn
- pindah ke direktori ke /etc/openvpn
#cd /etc/openvpn/easy-rsa
- selanjutnya proses pembutan sertifikat untuk server dan client
#exportD= /etc/openvpn#
export KEY_CONFIG=$D/openssl.cnf#
export KEY=$D/keys#
export KEY_SIZE=1024#
export KEY_COUNTRY=ID#
export KEY_PROVINCE=jawa barat#
export KEY_CITY=bandung #
export KEY_ORG="vpn network"#
export KEY_EMAIL="gunawan@yahoo.com"#
export KEY_OU="RnD"#
export KEY_COMMON="altek"#./build-ca#./build-key-server ( password boleh dikosongkan Sedangkan pada pertanyaan “Sign the certificate? [y/n]:” dan “1 out of 1 certificate requests certified, commit? [y/n]”, ketik y )#./build-key client1 ( password boleh dikosongkan Sedangkan pada pertanyaan “Sign the certificate? [y/n]:” dan “1 out of 1 certificate requests certified, commit? [y/n]”, ketik y )
- Parameter Diffie Hellman digunakan oleh 2 pengguna untuk melakukan pertukaran key rahasia melalui media yang tidak aman.
#./build-dh
12. Setelah membuat key dan certificate. Diperoleh key dan certificate yang disimpan di direktory “keys” :
– ca.crt
– ca.key
– dhxxxx.pem, dimana xxxx adalah jumlah enkripsi yang digunakan
– server.crt
– server.csr
– server.key
– client.crt
– client.csr
– client.key
13. copikan semuanya ke direktori /etc/openvpn
14. jalankan service openvpn dengan menggunakan perintah
#openvpn --cofig server.conf
15. lihat dan cek pada #ifconfig
16. openvpn di sisi server sudah berjalan, sekarang konfigurasi pada komputer client. lakukan
17. instalasi openvpn.2.x.gui.exe pada komputer client yang berbasisi windows.
18. klik next
19. klik agree
20. klik next
21. klik install
22. jika keluar warning maka klik continue
23. Klik Finish jika sudah selesai
24. Setelah instalasi OpenVPN GUI, OpenVPN dimulai dan panel applet dibuat.
Dalam screenshot di bawah ini, icon yang dekat ke kiri. Applet ini menyediakan suatu metode yang cocok untuk pengguna Windows untuk mengontrol dan mengkonfigurasi (sebagian) OpenVPN. Meski begitu, ketika tidak ada interface untuk konfigurasi, konfigurasi file hanya dapat diedit oleh editor. Dan sampai suatu konfigurasi dibuat, context menu terlihat miskin. Klik kanan pada panel applet :
Sekali saja anda telah mengkonfigurasi sebuah koneksi pertama, menu ini akan terpopulasi dengan entri baru. Dengan entri Connect dan Disconnect anda dapat mulai dan stop configured tunnels.
25. copikan openssl.cnf, server.conf, dan sertifikat ynag sudah dibuat pada direktori keys di
/etc/openvpn/keys ke C:\Program Files\OpenVPN\config
26. ganti ekstensi server.conf menjadi server.ovpn.
27. klik kanan pada icon openvpn gui
28. klik connect
29. tanda jika client sudah terkoneksi ke server.
Instalasi selesai :D
Gunawan Alfarizi
Oleh Oleh semasa ikut CNM PPRO IT Telkom 2008
Tuesday, July 17, 2012
Belajar Sabar dan Ikhlas dari Pohon Mangga
Posted by
Gunawan Alfarizi
Labels:
Catatan Inspirasi Islami,
Catatan Saripati Hikmah,
Motivasi Islami
at
9:35 PM
Kita tentu sering belajar tentang bagaimana harus bersabar dan ikhlas di setiap peran dan hasil, dan sering kali kita melihat dengan kacamata kita tentang bagaimana pentingnya belajar untuk sabar dan ikhlas dari sosok seorang insan. Setiap insan memiliki caranya sendiri dalam mengimplementasikan nilai nilai kesabaran dan keikhlasan di dalam kehidupannya sehari hari. Kali ini saya ingin mengajak untuk bersama belajar tentang makna kesabaran dan keikhlasan dari Makhluk Ciptaan Allah SWT yang sering kita temui di lingkungan kita, Yaitu Belajar Sabar dan Ikhlas dari Pohon Mangga. Tak hanya buah yang bisa kita petik, tetapi hikmah pun bisa kita petik seperti buah mangga. Pohon mangga tak hanya bisa kita jumpai di rumah rumah warga, tetapi kita juga bisa menemukannya di pinggir jalanan. Ketika pohon ini tumbuh dan belum berbuah tentu tak banyak orang yang memperhatikannya, bahkan orang yang lewat di depannya pun akan acuh tak acuh. Butuh proses yang lama untuk bisa menghasilkan buah mangga yang manis dan lezat, dan pohon mangga harus bersabar menahan terik cuaca yang panas dan juga hujan yang mengguyur. Namun pohon mangga tak pernah mengeluh karena baginya terik panas dan hujan adalah sebuah fase yang harus ia jalankan agar ia tumbuh kuat dan bisa menghasilkan buah mangga yang manis. Ketika buah mangga mulai ranum dan matang di tangkai pohon, maka saat itu juga orang orang mulai memperhatikan sang pohon mangga ini. Tentu banyak orang yang tergiyur untuk bisa menikmati mangga yang manis ini. Banyak cara yang di lakukan oleh setiap orang untuk bisa mendapatkan buah mangga yang manis ini, dengan sebuah galah, dengan memanjatnya, atau bahkan dengan melemparinya dengan batu yang besar. Lantas apakah yang di berikan oleh pohon mangga ini, tentu bukanlah sebuah balasan lemparan batu yang di berikan, tetapi sang pohon mangga ini membalasnya dengan ikhlas memberikan mangga yang manis dan lezat.
Sungguh Allah menciptakan sesuatu pasti ada makna tersirat di dalamnya, sebagaimana firmannya :
” Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main (sia-sia). Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui .” (QS Ad Dukhaan [44] : 38-39)
Belajar sabar dan ikhlas dari pohon mangga....
Sabar itu bukan tidak ada batasannya, sesungguhnya sabar itu ada tingkatannya masing masing, begitu juga dengan ikhlas perumpamaannya adalah seperti orang yang melesatkan sebuah anak panah dari busurnya, tentu sang pemanah tak berharap anak panah tersebut kembali padanya...Sungguh indah hidup ini jika kita hiasi selalu dengan kesabaran dan keihklasan, Sungguh besar pahala orang yang senantiasa sabar di dalam hidupnya, sungguh ringan beban orang yang selalu ikhlas di hatinya, maka mulai saat ini sertakan selalu nilai nilai kesabaran dan keihklasan di dalam setiap episode kehidupan kita.
Wallahualam bisawab,
Gunawan Alfarizi
18 Juli 2012
” Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main (sia-sia). Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui .” (QS Ad Dukhaan [44] : 38-39)
Belajar sabar dan ikhlas dari pohon mangga....
Sabar itu bukan tidak ada batasannya, sesungguhnya sabar itu ada tingkatannya masing masing, begitu juga dengan ikhlas perumpamaannya adalah seperti orang yang melesatkan sebuah anak panah dari busurnya, tentu sang pemanah tak berharap anak panah tersebut kembali padanya...Sungguh indah hidup ini jika kita hiasi selalu dengan kesabaran dan keihklasan, Sungguh besar pahala orang yang senantiasa sabar di dalam hidupnya, sungguh ringan beban orang yang selalu ikhlas di hatinya, maka mulai saat ini sertakan selalu nilai nilai kesabaran dan keihklasan di dalam setiap episode kehidupan kita.
Wallahualam bisawab,
Gunawan Alfarizi
18 Juli 2012
Friday, July 13, 2012
Buta Terhadap Aib Sendiri
Setiap insan di dunia ini termasuk diri kita pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, sebagai insan yang tak pernah luput dari kesalahan dan kealfaan tentunya kita harus sering sering bercermin ke dalam diri kita sendiri mengoreksi segala kekurangan yang ada di dalam diri kita, begitu banyak aib aib yang ada pada diri kita yang bisa jadi tidak kita sadari. Sungguh jika Allah SWT menampakkan aib aib kita ke permukaan, tentu kita tak akan mampu untuk mengangkat wajah kita, karena wajah kita akan terus tersungkur bersujud memohon ampun kepada Allah. Namun selama ini Allah lah yang memiliki kuasa untuk menutupi setiap aib aib diri kita. Sering kali kita lebih banyak menilai atau mengoreksi bahkan mengumbar aib saudara kita sendiri yang belum tentu aib tersebut melekat pada orang kita nilai. Orang yang lebih suka membuka aib saudaranya sendiri seperti tulang yang menusuk ke dalam daging. Semakin sering kita mengumbar atau membuka aib orang lain, maka semakin keruh dan buta hati kita. Naudzubillah. Padahal jika kita mau melihat dan menelusuri ke dalam diri kita sendiri bisa jadi aib aib kita jauh lebih banyak di bandingkan dengan orang yang kita nilai lebih buruk aibnya. Jangan sampai kita buta akan aib sendiri yang begitu banyak namun tidak kita sadari karena kita lebih sibuk untuk mengoreksi aib orang lain. Pribadi yang sibuk mengoreksi ataupun mengumbar aib orang lain itu sesungguhnya hatinya telah kering akan kebaikan, tandus dan panas oleh kebusukan.
Maka mulai saat ini lebih baik kita mengoreksi terlebih dahulu diri kita atas segala kekurangan dan kealfaan diri kita sebelum mengoreksi orang lain. Karena bisa jadi orang yang kita koreksi aib aibnya itu lebih mulia derajatnya di sisi Allah. Sungguh bahaya tentang mengumbar aib orang lain sama dengan ghibah, simaklah firman Allah SWT ini :
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”Al-Hujaraat ayat 12 :
Perbuatan ghibah atau mengumbar aib orang lain termasuk dosa besar, tak akan ada manfaatnya sedikitpun untuk diri kita. Kita sebagai seorang muslim sudah seharusnya menjaga aib saudara kita sendiri, bukan sebaliknya malah mengumbarnya. Bukanlah hak atau wewenang kita untuk membuka aib saudara kita, karena Allah lah yang lebih berkuasa untuk membuka ataupun menutupi aib aib kita ataupun saudara kita. Sungguh sekecil apapun perbuatan buruk yang kita lakukan kepada saudara kita maka malaikat akan tetap setia mencatatnya dan Allah yang menyaksikannya tanpa terlewat sedetikpun. Jaga hati dan diri kita dari segala perbuatan yang dapat membuka aib saudara kita, karena Sungguh Hati itu bagaikan cermin, jika cermin yang di gunakan sudah kotor ataupun kusam maka apapun yang di pantulkan tidaklah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, tetapi jika cermin itu bersih mengkilat maka akan terlihat jelas pantulan yang ada di cermin. Cermin yang kotor dan kusam tak akan membantu kita untuk melihat jelas pantulan yang ada di cermin, baik itu wajah kita maupun tubuh kita ketika kita bercermin.Sebaliknya jika cermin itu bersih dari segala kotoran maka akan sangat membantu kita untuk melihat wajah ataupun bagian tubuh kita dengan jelas. Segela kekurangan yang ada pada diri kita ketika kita bercermin dengan cermin yang bersih maka akan sangat membantu kita untuk mengoreksi segala kekurangan tersebut dan merapihkannya dengan sebaik baiknya. Begitu juga dengan hati, Segala prasangka dalam hati itu begitu halus saking halusnya ketika hati tidak sehat maka hati akan begitu bimbang untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk.
Maka mulai saat ini lebih baik kita mengoreksi terlebih dahulu diri kita atas segala kekurangan dan kealfaan diri kita sebelum mengoreksi orang lain. Karena bisa jadi orang yang kita koreksi aib aibnya itu lebih mulia derajatnya di sisi Allah. Sungguh bahaya tentang mengumbar aib orang lain sama dengan ghibah, simaklah firman Allah SWT ini :
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”Al-Hujaraat ayat 12 :
Perbuatan ghibah atau mengumbar aib orang lain termasuk dosa besar, tak akan ada manfaatnya sedikitpun untuk diri kita. Kita sebagai seorang muslim sudah seharusnya menjaga aib saudara kita sendiri, bukan sebaliknya malah mengumbarnya. Bukanlah hak atau wewenang kita untuk membuka aib saudara kita, karena Allah lah yang lebih berkuasa untuk membuka ataupun menutupi aib aib kita ataupun saudara kita. Sungguh sekecil apapun perbuatan buruk yang kita lakukan kepada saudara kita maka malaikat akan tetap setia mencatatnya dan Allah yang menyaksikannya tanpa terlewat sedetikpun. Jaga hati dan diri kita dari segala perbuatan yang dapat membuka aib saudara kita, karena Sungguh Hati itu bagaikan cermin, jika cermin yang di gunakan sudah kotor ataupun kusam maka apapun yang di pantulkan tidaklah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, tetapi jika cermin itu bersih mengkilat maka akan terlihat jelas pantulan yang ada di cermin. Cermin yang kotor dan kusam tak akan membantu kita untuk melihat jelas pantulan yang ada di cermin, baik itu wajah kita maupun tubuh kita ketika kita bercermin.Sebaliknya jika cermin itu bersih dari segala kotoran maka akan sangat membantu kita untuk melihat wajah ataupun bagian tubuh kita dengan jelas. Segela kekurangan yang ada pada diri kita ketika kita bercermin dengan cermin yang bersih maka akan sangat membantu kita untuk mengoreksi segala kekurangan tersebut dan merapihkannya dengan sebaik baiknya. Begitu juga dengan hati, Segala prasangka dalam hati itu begitu halus saking halusnya ketika hati tidak sehat maka hati akan begitu bimbang untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk.
Kita simak Sabda Rasulullah SAW yang begitu indah ini :
Hati itu ada empat, yaitu hati yang bersih, di dalamnya ada pelita yang bersinar. Maka, itulah hati orang mukmin. Hati yang hitam lagi terbalik, maka itu adalah hati orang kafir. Hati yang tertutup yang terikat tutupnya, maka itu adalah hati orang munafik, serta hati yang dilapis yang di dalamnya ada iman dan nifak." (HR. Ahmad dan Thabrani).
Mulai detik ini mari kita bersihkan cermin yang ada di dalam hati kita, kita liat dan terus telusuri kesalah kesalahan yang ada di dalam diri kita untuk kita perbaiki, lembutkan hati kita dengan memperbanyak taubat dan dzikir mengingat Allah, karena sungguh hati yang terjaga akan lebih tenang dan damai ketika menilai orang lain. Tak akan ada terbelesit prasangka buruk yang menyelimuti hati,
Dalam sebuah statusnya Om Mario Teguh, ada kalimat yang begitu berkesan tentang hati,
Ada satu taman, yang jika ia indah,
keseluruhan hidup kita akan indah.
Taman itu adalah hati.
Taman hati yang indah itu
berisikan bunga yang namanya syukur,
yang dipupuk dengan tanggung-jawab,
yang disirami dengan pengakuan
bahwa semua hasil adalah pemberian Tuhan,
yang disiangi dengan kejujuran,
dan yang dipagari dan digerbangi
dengan keikhlasan menerima apa pun
sebagai keadaan yang terbaik
yang masih bisa diperbaiki.
Maka,Janganlah menanami hati
dengan ilalang kemarahan.
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW :
Alaa inna fil jasadi mudghah,idzaa shaluhat shaluha jasadu kulluhu waidzaa fasadat fasada jasadu kulluhu, alaa wahiyal qalbu".( ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dana apabila ia buruk maka buruklah seluruh tubuhnya.ingatlah ia adalah hati ). diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
"Lebih baik kita meluruskan niat dan mengoreksi ibadah kita sendiri. Ambil cermin dan lihatlah kesalahan dan kelemahan kita. Sudah banyak Allah menutupi kesalahan-kesalahan kita, tidak terhitung betapa kasih dan rahmat Allah kepada kita sehingga keburukan-keburukan kita dilindungi-Nya," tandasnya.
Wallahualam Bisawab,
Subscribe to:
Posts (Atom)





















