Thursday, March 10, 2011

Niat bekerja karena UANG atau karena ALLAH...?

"Mereka yang bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan perut semata, maka hasilnya tidak jauh berbeda dari apa yang di keluarkan oleh perutnya" mungkin inilah kalimat yang menjadi cambukan bagi kita, memang tidak dapat dipungkiri setiap orang butuh uang untuk kelangsungan hidupnya, dengan uang orang bisa sedekah, dengan uang orang bisa sekolah, dengan uang orang bisa punya rumah dan membiayai kebutuhan rumah tangga, tetapi uang bukanlah segalanya, mereka yang berkerja yang niatnya hanya karena uang semata terkadang menjadi orang yang sangat MATREALISITIS, suatu kesuksesan adalah jika kita banyak uang dan punya segalanya dengan uang yang kita miliki, itulah pandangan orang yang hidupnya hanya untuk mencari uang, lantas untuk apa niat kita bekerja selama ini, maka hadist dibawah ini menjadi sebuah jawaban atas pertanyaan yang menggantung dalam pikirankta mengenai niat kita dalam bekerja.

"Allah azza wa jalla tidak menerima amal kecuali bila dilaksanakan dengan ikhlas dalam mencari keridhaan-Nya semata" (H.R. Abu Daud dan Nasa'i)[1]

FAKTA
Di Jepang, orang-orang begitu semangat dan gigihnya melakukan sesuatu sampai dia rela mengorbankan diri dan juga harta serta waktu untuk mencapai tujuannya. Pernah suatu ketika seorang warga asli Jepang ditanya, "kenapa kau begitu gigihnya melakukan semua itu, bekerja keras tanpa lelah, bahkan lupa istirahat." Kemudian orang Jepang itu menjawab, "Sesungguhnya, aku melakukan semua ini (bekerja dengan gigihnya) hanya demi masa pensiunku nanti, sehingga aku bisa menikmati hidup dan berfoya-foya hingga ajalku".

Dari cerita di atas, tentu saja kita bisa melihat dengan jelas, bagaimana sikap orang Jepang terhadap niatnya. Sisi positifnya adalah, perbuatan mereka yang memiliki tekad kuat serta semangat juang dan rela berkorban pantang menyerah untuk mencapai tujuan mereka yaitu niat mereka, patut kita contoh. Saat ini, kitapun perlu merenungkan diri, bahwasanya niat yang selalu kita elu-elukan, yakni niat mencari Ridho-Nya dalam setiap kehidupan dan kegiatan kita, sudahkan terlaksana dg maksimal? Sudahkah pengorbanan kita benar-benar dalam melaksanakan usaha kita dalam menuju niat kita tersebut? Bila kita masih merasakan malas, ogah-ogahan untuk beramal, beribadah, atau bahkan berdakwah, maka sudah pataskah kita mendapat Ridha-Nya? Sisi negatifnya, tentu saja karena niat mereka adalah niat yang kosong. Karena hanya mengharap kenikmatan duniawi, sedangkan mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya ada kehidupan setelah mati. Apapun yang dilakukan orang kafir, sebaik apapun dan sebagus apapun, meski itu akhlak atau amalan yang sebenarnya Islami, seperti selalu menepati janji, rajin, suka berinfak, dan lain sebagainya, itu hanya akan bernilai kosong di mata Allah SWT, hal ini sesuai dengan Firman-Nya:

Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat." (Q.S. Al-Kahfi: 103-105)

-sumber [1] http://rusyda87.blogspot.com/2010/12/niat-karena-allah.html-Bekerjalah hanya karena mengharap ridho dan rahmat Allah, dan bekerjalah karena pekerjaan kita adalah sebuah pengabdian kita kepada Allah,wallahualam

2 comments:

Post a Comment