• Sesama Aktifis Jangan Saling Mencela

    Kali ini saya ingin sedikit menuliskan tentang banyaknya mereka yang mengaku sebagai aktifis Dakwah ( dari berbagai macam harakah ) yang sering berkicau didunia maya yang sering kali bersilat lidah karena perbedaan pandangan akan suatu permasalahan, sehingga ada diantara mereka yang begitu lantang mengeluarkan kata kata celaan demi mempertahankan argument yang mereka yakini.......

  • Malulah Kita Kepada Allah

    Malulah kita kepada yang menganugerahkan kita dua buah mata yang bisa melihat, namun kita gunakan untuk maksiat.. Malulah kita kepada yang menganugerahkan kita lisan yang bisa berbicara namun kita gunakan untuk berkata nista dan dusta.. Malulah kita kepada Allah yang menganugerahkan kita dua buah telinga yang bisa mendengar....

  • Gempa DiAceh Dan Kudeta DiMesir

    2 Juli 2013 Negeri Serambi Mekah kembali diguncang oleh gempa bumi dengan kekuatan 6.2 SR yang terjadi selama 23 kali. Tidak bisa kita pungkiri bahwa disetiap ujian yang Allah berikan pasti mengandung saripati hikmah yang bisa kita petik dan kita jadikan pelajaran, karena Allah tidak akan menguji suatu kaum melainkan sesuai dengan kemampuan....

Wednesday, December 28, 2011

Info Kajian Bulan Desember 2011 " DAMAI INDONESIAKU " Bersama Aa Gym


Sahabat silakan simak Program " DAMAI INDONESIAKU " LIVE di TVONE ,Bersama KH. Abdullah Gymnastiar, Sabtu, 31  Desember 2011, Pkl.13.00-15.00 WIB, dari Masjid Atta'awun, Jl. Raya Puncak Pass, Bogor - Jawa Barat

Sumber : DT Jakarta
Read More

Agar Kesalahan Menjadi Pintu Kebaikan

Agar Kesalahan Menjadi Pintu Kebaikan

Rabi’ bin Hutsaim, seorang tabiin yang terkenal memiliki sikap selalu membersihkan jiwa mengatakan, “Seandainya manusia itu tahu tentang aibnya sendiri niscaya tak ada orang yang akan mencela diri orang lain.” Suatu ketika ia pernah ditanya seorang sahabatnya, “Wahai Abu Yazid –panggilan Rabi’- mengapa engkau tidak pernah mencela orang lain?” Ia menjawab, “Demi Allah, jiwaku saja belum tentu diridhai Allah lalu untuk apa aku mencela orang lain? Sesungguhnya banyak manusia yang takut kepada Allah karena melihat dosa-dosa yang dilakukan oleh orang lain. Tetapi tidak sedikit di antara mereka yang seperti tidak merasakan hal itu dengan dosa yang ia lakukan sendiri.” (Tabaqat Ibnu Sa’ad, 6/168)

Saudaraku,
Siapa di antara kita yang kuat menahan malu, andai kita tahu daftar kesalahan, kedurhakaan, kemaksiatan, dan pelanggaran yang kita lakukan? Siapa di antara kita yang mampu menahan rasa hina yang tiada tara, jika saja kita mengetahui catatan perilaku buruk dan dosa yang telah kita lakukan? Hidup yang sudah kita lalui singkat. Dua puluh, tiga puluh, atau empat puluh tahun? Tapi siapa yang kuat menahan penyesalan akibat keburukan dan dosa yang kerap kita lakukan berulang-ulang?

Saudaraku, mari perbaharui taubat,
Mari perbanyak istighfar dan permohonan ampun pada Allah swt. Rasulullah menggambarkan, sebuah dosa seperti noda hitam di dalam hati. Kian banyak noda hitam itu, maka hati menjadi hitam legam, kelam. Sinarnya bukan hanya redup, tapi gelap. Cahayanya tertutup oleh titik-titik noda yang menjadikannya tak mampu lagi memandang dan menimbang kebenaran. “Bila seseorang melepaskan diri dari dosa, beristighfar dan bertaubat, hatinya akan cemerlang seperti semula. Dan bila ia mengulangi perbuatan dosa maka noda hitam itu akan bertambah hingga meliputi hatinya. Allah swt berfirman, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” (HR. Turmudzi).

Mirip dengan hadits dan firman Allah tadi, Hasan Al Bashri menyebutkan bahwa ketaatan itu identik dengan cahaya batin dan kekuatan fisik. “Kebaikan itu memberi cahaya dalam hati, melahirkan kekuatan bagi tubuh. Sementara keburukan akan menggelapkan hati dan melemahkan tubuh, serta mempengaruhi terhadap rezeki,” ujar Hasan Al Bashri. Ia kemudian mengutip sebuaj sabda Rasulullah saw, “Seseorang dihalangi rezekinya karena dosa yang ia lakukan.” (HR. Ibnu Majah).

Saudaraku,
Meski begitu, kemaksiatan bukan akhir dari segalanya. Melakukan dosa tak berarti kejatuhan yang tak mungkin pelakunya bangkit kembali. Inti pesan yang ingin disampaikan dalam hadits dan perkataan Hasan Al Bashri tadi adakalah , ajakan utnuk mengulang-ulang dan memperbaharui taubat. Iamam Ibnul Qayyim pernah menguraikan panjang, betapa kesalahan dan dosa yuang diperbuat oleh Nabiyullah Adam as hingga ia diturunkan dari surga ke bumi, ternyata membuka banyak hikmah dan karunia Allah kepada Adam dan keturunannya. Dalam kitab Al Fawaid, Ibnul Qayyim menulis bahwa syaitan yang dengki gembira dengan jatuhnya Adam dan Hawa ke lembah dosa dan terpeleset dari surga. Tapi sesunggguhnya keluarnya Adam dan Hawa dari sutga menyebabkan ia melahirkan banyak karunia Allah kepadamanusia karena kemudian lahir anak cucu yang kelak menjadi khalifah di muka bumi. Bahkan ada hadits Rasulullah yang menyebutkan, “Dan demi dzat yang di diriku ada kekuasaan-Nya, jika kalian tak melakukan dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kalian lalu akan mendatangkan kaum lain yang akan berdosa, kemudian mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka.” (HR. Muslim)

Ibnul Qayyim setelah itu, memberi komentar sangat indah bahwa ketika Adam dikeluarkan dari surga karena kesalahannya, tidak berarti Allah tidak memperdulikannya. Allah tetap memelihara keturunan Adam dan anak cucunya. Karena selanjutnya Allah pun tetap menjadikan surga untuk Adam dan anak cucunya yang beriman dan taat kepada Allah swt, selama-lamanya. Jadi, dikeluarkannya Adam dari surga seolah hanya sementara waktu untuk menyempurnakan bangunan surga itu sendiri. Sama seperti manusia yang ingin melakukan renovasi tempat tinggal lalu ia harus keluar dari rumah itu sementara dan kembali lagi. Tulis Ibnul Qayyim rahimahullah.

Ibnul Qayyim juga menggarisbawahi bahwa meski dengan segala keutamaan yang Allah berikan kepada Adam, tapi Adam tetap menyadari dan kembali kepada Allah, memohon ampun terhadap kemaksiatan yang dilakukannya. Karena itulah, Nabiyullah Adam as, yang disebutkan dalam Al Qur’an berbunyi, “Ya Rabb kami, kami telah mendzalimi diri kami sendiri dan jika Engkau tidak memberi ampun kepada diri kami niscaya kami menjadi orang-orang yang merugi….” Kesalahan telah membuat Adam merasakan kedekatan dan ketergantungan luar biasa kepada Allah swt.

Saudaraku,
Demikianlah. Kemaksiatan dan dosa, ternyata bisa saja menjadi pintu kebaikan bagi pelakunya. Syaratnya hanya satu, yakni perbaharui taubat. Pintu kebaikan ada di mana saja. Termasuk di hadapan pelaku kemaksiatan. Jangan mencela berlebihan perilaku maksiat yang dilakukan oleh orang lain. Karena mungkin saja di lain kemaksiatan itu ternyata melecut pelakunya untuk melakukan keshalihan yang bisa jadi kita sama sekali tidak mampu melakukannya.

Tinggalkan kemaksiatan, sesali dosa, perbaharui taubat, jangan biarkan diri hanyut dalam nikmatnya ayunan kesalahan. Ingat saudaraku, jika kita ikhlas, Allah pasti akan menggantikan kenikmatan dosa yang kita tinggalkan dengan sesuatu yang lebih indah dan nikmat sejak di dunia, terlebih di akhirat. Dengarkanlah perkataan yang diucapkan  Ibnu Sirin, seorang tokoh ulama di zaman Tabi’in yang terkenal memiliki kepekaan spiritual di zamannya. Ia mengatakan, “Tidak ada seorang pun yang meninggalkan suatu keburukan yang ia rasakan nikmat, hanya karena Allah, kecuali ia pasti akan menemukan gantinya dari Allah swt…”

Atau perhatikanlah sabda Rasulullah saw, “Barang siapa yang memalingkan pandangan dari sesuatu yang haram, maka Allah akan berikan satu titik cahaya dalam hatinya…”

Saudaraku,
“Semoga Allah merahmati hamba yang berkata pada jiwanya, ‘Bukankah kamu telah melakukan ini? Bukankah kamu telah melakukan ini?’ Lalu ia mengikat jiwanya bahkan memukulnya, dan setelah itu ia mengurung jiwanya untuk selalu taat sesuai perintah Allah sampai ia menjadi komando bagi jiwanya dan bukan sebaliknya dikomando oleh nafsunya.” Begitu ucapan Malik bin Dinar.

Tengadahkan tangan saudaraku, kita sama-sama berdo’a: “Ya Allah, jadikan kondisi rahasiaku lebih baik dari kondisi lahirku. Dan jadikanlah kondisi lahirku itu baik. Jadikanlah batinku lebih baik dari lahirku. Dan jadikanlah lahirku baik. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari menganggap diriku besar, tapi Engkau menganggapku kecil… Ya Allah, aku berlindung dengan ridho-Mu dari kemarahan-Mu.. aku berlindung dengan maaf-Mu dari azab-Mu…._
Read More

Galau dan Keterlibatan Hati,,,

[G]ama [A]lfa [L]ima [A]lfa [U]ltra = .....?


Galau ya mungkin sudah banyak artikel yang membahas tentang defenisi dari kata "Galau" ini yang sekarang menjadi hot tread di jejaring sosial ataupun forum forum di diskusi di internet dari mulai galau tinggkat manusia sampai galau tingkat dewa. Kebanyakan dari situs atau blog  maupun forum terbuka di internet mengaitkan kata galau dengan beberapa kondisi seperti :

"KEBIMBANGAN SESEORANG DALAM MENENTUKAN PILIHAN PASANGAN HIDUP"  
"KELABILAN SESEORANG DALAM MENGAMBIL SIKAP"
"KISAH PERCINTAAN / ASMARA"
"KELUHAN PRIBADI TENTANG KEHIDUPAN"
Dll,,

Lantas apa hubungannya antara galau dan keterlibatan hati...?
Berbicara "galau" maka tidak bisa di lepaskan dari keterikatan hati, karena segala sumber kegalauan adalah berasal dari hati. Galau merupakan kondisi dimana  ketidakmantapan hati dalam menentukan suatu sikap terhadap seuatu yang akan diambil atau dipilih. Banyak relevansi dari kata galau yang bisa kita temukan seperti gambar di bawah ini, yang saya temukan di www.artikata.com, cekidot 


Kegalauan yang terjadi pada diri kita ataupun orang lain sangat erat kaitannya dengan kondisi hati kita, hati yang kosong dan hampa akan mudah untuk bergalau ria, sedangkan hati yang terjaga dan selalu di sibukkan dengan hal hal yang positif akan lebih terjaga. Terkadang banyak orang yang lebih menikmati kegalauan dan merasa bangga atas kegalauan yang terjadi pada dirinya sendiri dibandingkan dengan mencari solusi agar keluar dari kegalauan yang terjadi.  Lantas bagaimana agar kita bisa terhindar dari virus kegalauan ini sendiri :


1. Ingatlah Allah


Firman Allah, "Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah dengan menyebut nama Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepadaNya di waktu pagi dan petang." (Al-Ahzab 41-42)


2. Menjaga Hati


Rasul bersabda, "Dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya; dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah, itulah hati." (Al-Hadis).
 hati tidak bisa melihat sesuatu dalam bentuk yang sebenarnya. Seperti melihat kebenaran menjadi kesesatan, kesesatan menjadi kebenaran, merasakan manis menjadi pahit, dan pahit menjadi manis.Lalu, bagaimana menjaga hati agar tetap sehat? Ibnul Qayyim menjelaskan, agar hati bisa tetap sehat, ia bisa dilakukan dengan tiga cara; menjaga kekuatan hati, melindungi hati dari hal-hal yang membahayakan, dan membuang zat-zat yang berbahaya bagi hati. Kekuatan hati bisa didapatkan dengan iman. Dan iman merupakan sumber kekuatan hati paling utama. Jika iman hilang, hati akan menjadi sakit.


3. Taubat & Beristigfar


Tobat dan istighfar adalah dua obat yang bisa membuang toksin di dalam hati. Ia bagaikan antibody yang bisa membuat hati tetap sehat.


4. Bacalah Al-Qur'an


Bacalah AL-Qur'an agar hati kita tenang dan damai, tidak ada obat yang lebih mujarab untuk menenangkan hati dan menerangkan jiwa manusia selain daripada al-Qur'an yang telah diturunkan oleh Allah sebagai obat.


Allah S.W.T berfirman :
" Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.،¨ (QS. Al Israa':82)

Wallahualam bisawab,


Gunawan Alfarizi 29/12/2011

Read More

Tuesday, December 27, 2011

CATATAN KECIL DARI FILM "HAFALAN SHALAT DELISA"

CATATAN KECIL DARI FILM "HAFALAN SHALAT DELISA"

Senin, 26 Desember 2012 pukul 14.30 
Terbelisit di benak pikiran saya untuk refresing mencari tempat yang sedikit nyaman untuk melepas lelah setelah seharian lembur di kantor, bersama dengan rekan satu kantor saya akh firman anggoro yang setia menenami seharian untuk mengerjakan tugas kuliah di rumah. Iseng Iseng kita bicara tentang film yang saat ini bagus untuk di tonton, film yang yang non action, ataupun humor apalagi horor, kita pengen nonton film yang bisa menggugah hati ( beraat ) dan bisa merefresh pikiran agar lebih tenang dan gak tegang. Searching searching di intenet ternyata ada satu film yang menarik yaitu Hafalan shalat delisa ( HSD ) yang ternyata sudah tayang di bioskop pada tanggal 22 Desember 2012 bertepatan dengan hari IBU. 

Dengan mengendarai motor Vario Hitam, bersama akh firman kita melintasi daerah persawahan dan kawasan industri jababeka menuju mall lippo cikarang, sampai di mall sekitar pukul 14.20 wib dan yang antri ternyata sudah banyak -___-" ( pesimis gak dapat tiket ), saya pun antri dibelakang, ya harus sabar walaupun antrian saya di serobot sama ibu ibu yang enggan mengantri ( dah kebelet nonton ), dan pass puku; 14.30 WIB kita bisa dapat tiket. 

Oke cukup sekian prolog gak jelasnya, hehe, Lanjut pada cerita dari film hafalan shalat delisa ( HSD ). Bencana gempa dan tsunami di Aceh 7 tahun silam menginspirasi sutradara muda Sony Gaokasak. Dia mengangkat novel inspiratif  berjudul Hafalan Shalat Delisa karya penulis novel best seller Tere Liye ke layar lebar. 
Film tersebut dibintangi sejumlah artis kenamaan. Seperti Nirina Zubir yang berperan Ummi Salamah, Reza Rahadian sebagai Abi Usman, Chantiq Schagerl sebagai Delisa, dan Fathir Muchtar sebagai Ustadz Rahman. Untuk proses pembuatannya, ternyata cukup lama hingga dua tahun. Film ini banyak mengambil setting di beberapa tempat yang diporakporandakan tsunami Aceh, terutama di sebagian besar wilayah Lhok Nga. Hampir 80 persen setting lokasi adalah outdoor dan sisanya indoor. Sumber

Film ini saya tonton pada tanggal 26 Desember 2011, masih ingatkan dalam benak kita ketika terjadi tsunami di aceh pada tanggal 26 Desember 2004, saya pun baru sadar bahwa tanggal itu adalah tanggal di mana pernah terjadi peristiwa hebat yang membuat bumi aceh luluh lantah oleh gempa dan tsunami saat itu. Film ini sangat sarat akan makna dan hikmah di dalamnya, Delisa seorang anak kecil yang begitu sayang pada ummi, abi, saudara dan teman2 nya ini adalah seorang anak kecil yang ingin sekali bisa menghafal bacaan dan gerakan shalat. Sebagai salah satu motivasi agar delisa mampu dan giat untuk menghafal bacaan shalat ini adalah , jika delisa bisa lulus ujian hafalan shalat maka ummi akan memberikan kalung emas yang memiliki huruf inisial "D" ( Delisa ). Delisa pun senang mendengar akan hadiah yang nanti akan di berikan kepadanya jika ia berhasil lulus ujian hafalan shalatnya. Delisa memiliki seorang ummi yang begitu cinta pada anak anaknya. Ummi yang begitu setia menjaga dan melindungi anak anaknya. Sabar walaupun harus di tinggal jauh oleh abi ( sang suami ). 

Tanggal 26 Desember 2004 adalah hari dimana delisa harus melaksanakan ujian hafalan shalat di sekolahnya, sang ummi pun turut serta menemani delisa berangkat ke sekolahnya. Tapi sebelum berangkat ke sekolah delisa ingin sekali memakai kalung yang baru di belikan oleh umminya. sang ummi dan delisapun kembali ke rumah untuk mengambil kalung tersebut. Dan ummi berjanji jika delisa sudah selesai dan berhasil dalam ujian hafalan shalatnya ummi akan memberikan kalung tersebut untuk delisa. Tak bersilang lama tiba tiba gempa pun muncul, Ummi dan delisa begitu ketakutan di dalam rumah kayu yang mereka tempati, guncangan yang kencang itu pun membuat panik orang orang yang ada di sekitar pantai. Tapi kemudian guncangan gempa itupun hilang. Ummi dan Delisa pun melanjutkan perjalanan dari rumahnya menuju sekolah. 

Sampai di sekolah Delisapun begitu cantik menggunakan kerudung berwarna biru nya itu dan siap siap untuk melaksanakan ujian hafalan shalatnya, di balik jendela kaca sang ummi beserta orang tua yang lainnya pun ikut melihat ujian tersebut, dan sebagai tim penilai ada sang ustadz yang juga guru ngaji delisa dan teman temannya. Pesan sang ustad pada delisa adalah fokus dan khusyuk, jangan memikirkan apapun selain memikirkan Allah. Tiba saatnya giliran delisa untuk maju, Mengawali dengan takbir, kemudian delisa melanjutkannya dengan membaca surat iftitah, begitu fokusny delisa tiba tiba, gempa kembali berguncang dengan hebatnya, anak anak dan orang orang yang berada di dalam kelaspun langsung berlarian keluar, tapi masih ada satu orang yang berada di dalam ruang kelas itu, ya,,,itulah delisa yang dengan khuyuknya masih melanjutkan bacaan shalatnya tanpa memperdulikan kondisi gempa yang terjadi, sang ummi pun tak bisa masuk ke dalam kelas, karena dengan seketika air pun meluluhlantahkan sekolah dan semua yang ada di sekitar pantai, delisa dan orang orang yang ada di sekitarnyapun ikut tenggelam di telat tsumani yang mengahadang dengan ganasnya. 

banyak hikmah yang bisa kita ambil setelah kita selesai menonton ataupun membaca novel ini. Dan salah satu kata yang masih terngiang ngiang di telinga ini adalah ketika delisa mengatakan " Aku sayang ummi karena Allah "

Bagaimana kisah selanjutnya, silakan baca novelnya di toko toko buku terdekat dan tonton film filmnya di bioskop bioskop terdekat di kota anda, ^_^. 



-Gunawan Alfariiz 26/12/2011-

Read More

Monday, December 26, 2011

Info Kajian Bulan Desember 2011 “I'TIKAF AKBAR MENJELANG AKHIR TAHUN 2011”

I'tikaf akbar malam tahun baru 2012

I'tikaf akbar malam tahun baru 2012
- Tanggal : 31 Desember 2011
- Pukul : 16.00 WIB s/d 09.00 WIB
- Tempat : Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng Jakarta

Performance By :
- Group Musik Trashic
- Theater Pusat Bumi
- Group Hafroh M.A.S.K

Taujih by :
- Ustadz Ahmad Sarwat, LC
- Ustadz Bachtiar Nasir, LC
- Ustadz Bendri Jaisyurrahman

Al-quran Talaqqi & Qiyamul Lail Lead by Madinah Syekh
- Syekh Ali Sholeh Ali Jabir
- Syekh Muhammad Ali Jabir

Read More

Friday, December 23, 2011

Seberapa Besar Hati Kita Mengagungkan Allah?

Seberapa Besar Hati Kita
Mengagungkan Allah?

Saudaraku,
Mungkinkah orang yang banyak berdosa, menyisakan hati yang mengakui keagungan Allah swt? Banyak orang mengira jawabannya, tidak. Mereka mengatakan, hanya orang shaleh yang mampu memiliki hati yang menyimpan kebesaran dan keagungan Allah swt.  Sementara pelaku dosa dan yang bergelimang kemaksiatan, mereka termasuk kelompok orang yang tidak mendapat rahmat Allah, dan ini artinya tidak ada pengakuan dalam hati mereka terhadap kebesaran dan keagungan Allah swt.

Saudaraku yang dikasihi Allah,
Dosa dan maksiat memang pasti memberi dampak pada orang yang melakukannya. Begitu pun ketaatan yang pasti memberi pengaruh pada orang yang melakukannya. “Kebaikan itu menyinari wajah, memberi cahaya dalam hati,membuka keluasan rejeki, memberi kekuatan tubuh, menambah cinta di hati makhluk. Sedangkan keburukan dan dosa itu, memberi kelam di wajah, kegelapan di dalam kubur dan di dalam hati,melemahkan tubuh, menyempitkan rejeki dan memunculkan kebencian di hati makhluk.” Demikian ungkapan Ibnu Abbas radhiallahu anhu.

Saudaraku,
Tapi Islam tetap selalu ingin memberi semangat pada orang yang sudah berdosa agar tidak pernah putus harapan dari rahmat Allah. Dosa dan kemaksiatan sebenarnya tidak menghalangi seseorang untuk tetap memiliki hati yang mengakui kebesaran dan keagungan Allah swt. Mungkin, kita menapakkan kaki di tempat yang tidak sesuai dengan keridhaan Allah swt. Tapi hati kita tetap memendam pengakuan tulus akan keagungan Allah swt. Ini artinya, Allah swt meniupkan kebaikan dalam hati, meski secara lahir kita belum sesuai dengan situasi hati kita. Itulah sebabnya para ulama membagi dua kategori kemaksiatan, yakni kemaksiatan anggota tubuh yang disebut dzunuub al jawaarih, dan kemaksiatan hati yang disebut dzunuub al qalb. Meski tidak dipungkiri juga ada keterkaitan antara keduanya, dan yang paling membahayakan adalah kemaksiatan hati ketimbang kemaksiatan anggota tubuh.

Saudaraku,          
Keadaan hati yang tetap mengagungkan Allah swt, adalah kondisi yang membersihkan seseorang untuk kembali dari ragam penyimpangan. Hati seperti inilah yang tetap menyuarakan keagungan dan ke Maha Besaran Allah swt sehingga menolong pemiliknya dari kondisi larut dalam kesalahan. Seperti ungkapan sebagian orang shalih, “Barangsiapa yang di dalam hatinya tetap mengagungkan Allah swt, maka Allah swt akan menolongnya agar jasadnya juga mengagungkan Allah swt.”

Lihatlah peristiwa yang dialami seorang shalih bernama Basyar Al Hafi, tokoh ulama yang terkenal zuhud dan wara ’ Abu Na ’im dalam Hilyatu Al Auliya, menguraikan Basyar Al Hafi yang mengatakan, “Aku dahulu seorang yang tersesat dan tidak tahu arah. Suatu hari aku melihat sebuah kertas di atas jalan. Aku mengambil kertas itu dan kulihat di dalamnya tertera kalimat “Bismillahir Rahmaanir Rahiim ”. Aku bersihkan kertas itu dan aku masukkan ke dalam kantong. Saat itu aku hanya mempunyai uang dua dirham, tapi uang itu kuhabiskan untuk membeli minyak wangi. Minyak wangi itu aku usap pada kertas yang kusimpan di dalam kantong. Malam harinya, aku bermimpi seseorang mengatakan padaku, “Wahai Basyar, engkau angkat Nama Kami dari jalanan. Engkau membuatnya harum. Maka Aku akan mengharumkan namamu di dunia dan di akhirat.”

Renungkanlah saudaraku, bagaimana pengagungan Allah swt yang ada di dalam hati Basyar Al Hafi.
Saudaraku,
Ada pula kisah pelaku dosa yang tiba-tiba jiwanya tersungkur merasakan keagungan Allah swt. Lihatlah perubahan besar yang dilakukan seorang bernama Fudhail bin Iyadh, yang kemudian menjadi salah satu ulama besar Islam di jamannya. Dahulunya, Fudhail adalah seorang perampok yang sangat ditakuti karena kekejamannya. Suatu ketika, ia merampok sebuah rumah sebelum waktu subuh. Saat menaiki tembok rumah, ia melihat seorang kakek tua membaca Al-Qur ’an. Saat itu, mungkin saja Fudhail tetap melanjutkan aksinya untuk merampok, tapi bacaan Al-Qur ’an orang tua itu begitu membuat jiwanya guncang. Secara lahir, Fudhail sudah melakukan kejahatan. Tapi kali ini, kejahatan fisiknya tidak mendominasi keburukan hatinya. Maka, ketika orang tua itu membacaan firman Allah swt, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)...” ((QS.Al Hadid :16). Fudhail memandang ke langit, seraya mengatakan, “Ya Rabb, aku bertaubat kepadamu malam ini.” Saat itu juga ia turun,, lalu mandi dan pergi ke masjid menangis dalam taubatnya. Seperti itulah, bahwa ada banyak perilaku maksiat yang tidak membatasi kondisi hati yang tetap mengagungkan Allah.

Saudaraku,
Karenanya, nilai seseorang tidak serta merta jatuh karena ia melakukan dosa dan maksiat. Bahkan ketika seorang pezina dirajam lalu mendapat cacian dan penghinaan dari sejumlah sahabat, Rasulullah saw bersabda, “Jangan lakukan itu, dia telah bertaubat dengan taubat yang bila ditimbang dengan 70 orang penduduk Madinah niscaya taubatnya meliputi mereka semua.”  Dalam riwayat lain,, “Sesungguhnya taubatnya jika ditimbang dengan seluruh penduduk Madinah, niscaya akan meliputi mereka semua.” Artinya, pezina itu pun ternyata memiliki hati yang tetap mengagungkan Allah swt. Kondisi hati seperti itulah yang membuatnya rela mendapat hukuman sesuai kehendak Allah swt dan Rasulullah saw.

Sekarang,mari bertanya pada diri sendiri, seberapa besar keagungan Allah swt dalam hati kita?_
Read More

Thursday, December 22, 2011

percakapan antara seorang istri dengan suaminya, seorang Software Engineer.

Sebelum memutuskan untuk menikah dengan IT Guys pikir dulu  masak-masak dan jangan menyesal kemudian. Makanya perhatikan baik-baik  percakapan antara seorang istri dengan suaminya, seorang Software  Engineer.

                  Suami: (Pulang telat dari kantor) "Selamat malam sayang, sekarang saya logged in."
                  Istri: Apakah kamu bawa oleh-oleh yang aku minta?
                  Suami: Bad command or filename.
                  Istri: Tapi aku bilangnya dari tadi pagi!
                  Suami: Errorneous syntax. Abort?
                  Istri: Trus, bagaimana tentang beli televisi baru?
                  Suami: Variable not found...
                  Istri: OK deh, kalo gitu aku minta kartu kreditmu.Aku mau  belanja sendiri aja.
                  Suami: Sharing Violation. Access denied...
                  Istri: Apakah kamu lebih mencintai komputer daripada aku? Atau kamu hanya  main-main saja?
                  Suami: Too many parameters...
                  Istri: Itu kesalahan terbesar kalo saya menikahi orang "idiot"  sepertimu.
                  Suami: Data type mismatch.
                  Istri: Kamu tidak berguna.
                  Suami: It's by Default.
                  Istri: Bagaimana dengan gajimu?
                  Suami: File in use ... Try later.
                  Istri: Kalo gitu apa posisiku di keluarga ini?
                  Suami: Unknown Virus.

Sumber :

                  -------- Original Message --------
                  Subject: [c0c] Fwd: Istri Programer
                  From:
                  Date: Tue, July 16, 2002 12:21
                  To: c0c@yahoogroups.com

Read More

Hidup Tak Mengenal Siaran Tunda

Hidup Tak Mengenal Siaran Tunda
Setiap potongan waktu adalah momentum. Setiap penggal masa adalah kesempatan. Masing-masing punya fungsi dan karakternya. Hari Senin ini bukan hari Senin kemarin, meski namanya sama. Jum'at ini juga bukan Jum'at kemarin. Meski sama-sama Jum'at.

Potongan-potongan waktu itu tak semata cukup difahami sebagai kumpulan menit atau juam, saat kita menyelesaikan pekerjaan, menyempatkan tidur, istirahat, berolahraga, beribadah, bercengkrama dengan keluarga, bepergian, atau melakukan kegiatan lainnya. Tak cukup hanya itu. Sepotong waktu adalah momentum. Semacam pelontar, yang bisa melemparkan diri kita ke puncak sukses, atau sebaliknya menjungkalkan kita ke jurang kegelapan.

Maka momentum hidup tak saja saat orang merayakan ulang tahunnya. Atau saat dtang hari raya. Atau saat usianya telah menginjak dewasa. Atau saat baru saja lulus sekolahnya, kuliahnya. Atau saat perkawinannya telah berusia setengah abad. Itu semua bisa menjadi momentum. Tapi hidup jauh lebih kaya. Ada berjuta momentum, jauh lebih banyak dari sekadar saat-saat datangnya musim perayaan seperti itu.

Pagi yang menyapa dalam hangatnya adalah momentum. Saat kita memulai hari baru. Adakah ini akan kita isi dengan kebajikan, ataukah dengan kekerdilan? Siang yang terik adalah momentum. Saat tepat kita mendenginkan diri melalui termim pertama ibadah siang. Ada jeda untuk mengisi ulang spirit. Saat petang menjelang adalah momentum. Ketika mengakhiri penat. Malam yang sunyi adalah momentum, saat kita merunduk dalam diam. Bertanya kita pada batin yang jujur, apakah hari ini telah kita lewati tangga-tangga menuju kebaikan hidup?

Begitulah, dalam kelebat lajunya yang sangat cepat, waktu dan hidup membeti kita momentum, bahkan pada detik-detiknya. Seperti kisah pengendara jalanan yang nyaris tewas, ketika ada sepotong momentum untuk menghindari kecelakaan. Maka sekian detik adalah nyawa. Setidaknya dalam hitungan manusia. Ia pun selamat. Setiap momentum punya fungsi dan fasenya sendiri. Tidak tergantikan oleh yang lain. Begitulah. Karena hidup memang tak mengenal siaran tunda. Apa yang jatahnya detik ini, berlaku pula hari ini. Tidak mungkin ditunda sampai besok.

Setiap waktu punya cacatan nilainya sendiri. Di sisi Allah swt. Karya pada sebuah momentum, tidak saja dinilai dari karya itu sendiri, tapi juga dari sisi pemanfaatan momentum itu. Bahwa kita tidak menyia-nyiakan kesempatan. Maka disinilah kita memahami, mengapa kelak, setiap manusia akan ditanya tentang waktu yang dilaluinya, untuk apa dihabiskannya. Rasulullah bersabda, "Tidak akan melangkah kedua kaki seorang hamba pada Hari Kiamat hingga ditanya empat perkara. Usianya, untuk apa dia habiskan. Masa mudanya, bagaimana ia habiskan. Hartanya, darimana ia dapatkan dan pada jalan apa dia keluarkan. Serta ilmunya, apa yang telah ia perbuat dengannya."

Memang, bukan waktu itu sendiri yang punya daya lempar dan kekuatan lontar. Tapi cara kita menggunakannya sebagai momentum. Cara kita menjadikan sepenggal kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Masalahnya, kita tidak pernah tahu pada momentum yang mana kita akan sukses atau gagal. Maka, pada setiap potongan momentum dan kesempatan itu kita seperti berjudi. Gagal atau sukseskah? Lancar atau tersendatkah?
Read More

Tuesday, December 20, 2011

Cacat Tak Menghalanginya untuk bekerja

Seperti biasa setiap hari selesai pulang kerja dan kuliah tepatnya pukul 20.30 WIB saya selalu melewati dan singgah di stasiun Jatinegara untuk menunggu bus ke arah Cikarang atau Bekasi. Jatinegara saat ini kian macet dan padat dikarenakan saat ini telah di bangunnya trayek jalur Bus Way yang baru dan juga ramainya pedagang kaki lima yang berjejer di disepanjang jalan stasiun Jatinegara. Banyak profesi yang bisa kita temui disini, mulai dari pedagang kaki lima, supir angkot atau bus, calo, pedagang asongan, pedangan makanan, pengemis, pengamen sampai preman semuanya ada. Ada satu pemandangan yang membuat saya tertarik untuk mendokumentasikannya dalam bentuk foto, yaitu seorang penjual asongan yang cacat kaki kanannya, ia hanya bisa berjalan sambil menggendong kotak dagangannya dengan menggunakan kaki kiri yang di bantu dengan tongkat penyangga untuk bagian kanan tubuhnya agar ia bisa berjalan. Kebanyakan orang yang cacat yang saya lihat hanya bisa mengemis di jalan, tapi tidak dengan bapak yang satu ini, ia masih bisa berusaha keras untuk berjualan walaupun dalam kondisi tidak punya kaki kanan, yang tentunya sangat menyulitkannya dalam bekerja.


Namun ada pemandangan lain di lokasi yang sama, saya melihat seorang bapak yang segar bugar secara fisik,  ia hanya bisa duduk dan menengadahkan tangan di depan pintu alfamart, bahkan kadang ia mengajak anaknya untuk bergantian untuk meminta minta di depan pintu alfamart, sedangkan si bapak asik merokok, Astagfiullah, sungguh pandangan yang sangat miris. 


Setiap manusia memang memiliki potensi yang berbeda beda, dan setiap hasil kerja dilakukan bergantung dari seberapa baik kita dalam berusaha. Dan tentunya cacat atau tidak bukanlah penghalang untuk menjemput rezeki yang telah Allah tetapkan untuk kita. 


-Gunawan Alfarizi MNC Finance 21/12/2011-
 
Read More

Monday, December 19, 2011

Sendal Hilang Pas Kajian

Ahad, 27 November 2011, Allahmdulillah bisa di berikan kesempatan untuk silaturahmi ke bandung, seperti biasa rasanya kurang lengkap kalo ke bandung gak datang ke kajian ahad pagi majelis percikan iman ( MPI ) di Masjid Al-Murosalah Telkom Risti Gegerkalong Bandung.
Berangkat dari kosan pukul 07.30 WIB, dengan mengendarai Motor Honda Karisma pinjem punya temen. Tema Kajian pada ahad kali ini adalah tentang "Tahun Baru Hijriah" dengan pembicara yang tidak asing lagi yaitu Ustadz Aam Amiruddin :). Tiba di lokasi jamaah sudah banyak yang berdatangan, ada jamaah yang duduk di lapangan dengan anak dan istrinya, ada yang di selasar samping masjid dan ada yang di dalam masjid tentunya. Habis Parkir motor, seperti biasa wudhu sekalian sisiran biar rambut keliatan klimis,,,hehe. Kajian Sampai jam 09.00 masih di buka dengan kajiann tentang tafsir Al-Quran surat Al-fatihah, kemudian di lanjutkan dengan Tanya Jawab dan Materi Inti Bersama dengan ustadz Aam Amiruddin.

Seperti biasa sebelum masuk ke dalam masjid saya bisa letakkan sendal di tempat sendal di luar masjid bersama dengan sendal jamaah yang lain, kebanyak sih mereka menggunakan kresek alias plastik hitam untuk sandalnya biar aman. Allhamdulillah pukul 09.00 tepat pak Aam sudah tiba di masjid dan langsung di sodorkan dengan beberapa pertanyaan dari moderator, pertanyaan pertama adalah tentang seorang pasangan suami istri yang sudah menikah hampir 1 tahun, dimana profesi sang istri adalah sebagai seorang PNS dan sang suami sebagai seorang Karyawan swasta di bandung. Mereka Tinggal di daerah luar pulau jawa ( gak di sebutin lokasinya dimana ). Sang istri adalah seorang anak tunggal, dimana sang ibu sangat sayang padanya, sang suami yang kerjanya bolak balik ke daerah bandung, ingin mengajak sang istri untuk tinggal di bandung saja agar mereka lebih mandiri. Tapi niat mereka berdua di tentang oleh sang ibu dari pihak istri, sang ibu mengatakan jika mereka pindah ke bandung maka sang ibu menuntun dan menginginkan semua jasa melahirkan dan membiayainya di kembalikan ( *bingung cara balikinny ), mereka pun bingung entah apa yang harus mereka lakukan, di satu sisi sang istri pun ingin taat dengan suaminya dan disisi lain ia pun ingin berbakti kepada orang tuanya,
Read More

Senyum Vs Cemberut

VS
Dalam fisiologi, senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebahagian dan rasa senang. Senyum itu datang dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya sesuatu yang membuat dia senyum, Seseorang sendiri kalau senyum umumnya bertambah baik raut wajahnya.

Sedangkan Cemberut adalah eksrpesi wajah yang terjadi akibat adanya  emosional dalam hati karena ada suatu kondisi yang membuat perasaan atau hati tidak nyaman, sangat mudah membedakan antara orang yang tersenyum dengan orang yang cemberut, liat bagaimana lengkungan pada bibirnya dan ekspresi mata serta mimiknya.

menurut Info dari detikhealth, bahwa senyum merupakan salah satu cara yang paling mudah untuk mengurangi stres dan menambah teman.Seperti diketahui dibutuhkan lebih sedikit otot wajah untuk membuat seseorang tersenyum dibanding cemberut. Beberapa ahli menyatakan dibutuhkan 43 otot untuk cemberut dan hanya 17 otot untuk tersenyum. Namun beberapa lainnya menyebutkan dibutuhkan 62 otot untuk cemberut dan hanya 26 otot untuk tersenyum. Selain itu tersenyum juga bisa meningkatkan kesehatan seseorang dan membuat hidupnya lebih menyenangkan.

Berikut ini beberapa manfaat yang bisa didapatkan seseorang dengan tersenyum, seperti dikutip dari About, Jumat (2/12/2011) yaitu:

1. Senyum membuat seseorang lebih menarik
Secara tidak sadar senyum bisa membuat orang lebih menarik karena ada faktor daya tarik tertentu dan membuat seseorang terlihat lebih baik dibanding mengerutkan kening, cemberut atau meringis.

2. Senyum bisa mengubah suasana hati
Tersenyum bisa mengelabui tubuh sehingga membantu seseorang mengubah suasana hatinya menjadi lebih baik. Untuk itu jika merasa sedih, cobalah untuk tersenyum.

3. Senyum bisa menular
Tersenyum tak hanya mengubah suasana hati orang tersebut tapi juga orang-orang disekitarnya, dan membuat hal-hal menjadi lebih bahagia. Ini karena senyum bisa menular dan membawa kebahagiaan bagi orang lain.

4. Senyum bisa meredakan stres
Orang yang stres bisa terlihat dari wajahnya, tapi dengan tersenyum bisa mencegah seseorang tampak letih dan lelah. Jika sedang stres, cobalah ambil waktu untuk tersenyum, karena bisa mengurangi stres sehingga lebih mampu mengambil tindakan.

5. Senyum meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Tersenyum bisa membantu sistem kekebalan tubuh untuk bekerja lebih baik. Ketika seseorang tersenyum maka fungsi imun meningkat yang membuat seseorang merasa lebih rileks dan terhindar dari penyakit seperti flu dan pilek.

6. Senyum menurunkan tekanan darah
Ketika tersenyum maka ada penurunan nilai tekanan darah yang terukur. Cobalah mengukur tekanan darah saat duduk di rumah sambil membaca, lalu tersenyum selama 1 menit dan mengukur tekanan darah kembali, maka akan terlihat perbedaan.

7. Senyum bisa melepaskan endorfin, penghilang rasa sakit dan serotonin
Studi telah menunjukkan senyum bisa melepaskan endorfin, senyawa yang bisa mengurangi rasa sakit secara alami dan serotonin. Ketiganya bisa membuat orang merasa lebih baik dan menjadi obat yang alami.

8. Lipatan senyum di wajah bisa membuat orang terlihat lebih muda
Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum bisa membantu mengangkat wajah sehingga membuat orang tampak lebih muda. Karenanya cobalah lebih sering tersenyum yang membuat merasa lebih muda dan lebih baik.

9. Tersenyum bisa membuat orang terlihat sukses
Orang yang tersenyum akan terlihat lebih percaya diri sehingga lebih dipromosikan, selain itu pasang senyum di setiap pertemuan akan memiliki reaksi yang berbeda.

10. Senyum bisa membantu orang tetap positif
Senyum akan membuat orang lebih positif dan mengurangi pikiran negatif. Dengan mengurangi depresi, stres dan khawatir maka kesehatan seseorang juga akan meningkat dan menghindarinya dari berbagai risiko penyakit.
Read More

Teka Teki Imam Al-Ghazali

Teka Teki Imam Al-Ghazali

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul
dengan murid-muridnya lalu beliau
bertanya Teka-Teki :
Imam Al-Ghazali : "Apakah yang paling
dekat dengan diri kita di dunia ini ?"
Murid 1 : "Orang tua"
Murid 2 : "Guru"
Murid 3 : "Teman"
Murid 4 : "Kaum Kerabat"
Imam Ghazali : "Semua jawaban itu benar,
tetapi yang paling dekat dengan kita
ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa
setiap yang bernyawa pasti akan mati
Surah Ali-Imran:185).

Imam Ghazali : "Apa yang paling jauh
dengan kita di dunia ini ?"
Murid 1 : "Negeri Cina"
Murid 2 : "Bulan"
Murid 3 : "Matahari"
Murid 4 : "Bintang-bintang"
Imam Ghazali : "Semua jawaban itu benar,
tetapi yang paling benar adalah MASA
LALU. Bagaimanapun kita, apapun
kendaraan kita, tetap kita tidak akan
dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab
itu kita harus menjaga hari ini, hari
esok dan hari2 yang akan datang dengan
perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama".

Imam Ghazali : "Apa yang paling besar di
dunia ini ?"
Murid 1 : "Gunung"
Murid 2 : "Matahari"
Murid 3 : "Bumi"
Imam Ghazali : "Semua jawaban itu benar,
tetapi yang paling besar sekali adalah
HAWA NAFSU (Surah Al-A'raf : 179). Maka
kita harus hati2 dengan nafsu kita,
jangan sampai nafsu kita membawa kita ke
neraka. (Na'udzu billaahi min zaalikh).

Imam Ghazali : "Apa yang paling berat di
dunia ini ?"
Murid 1 : "Baja"
Murid 2 : "Besi"
Murid 3 : "Gajah"
Imam Ghazali : "Semua jawaban itu benar,
tetapi yang paling berat adalah MEMEGANG
AMANAH
(Surah : Al-Ahzab : 72). Tumbuh2an,
binatang, gunung dan malaikat semua
tidak mampu ketika Allah Swt meminta
mereka menjadi khalifah (pemimpin) di
dunia ini, tetapi manusia dengan
sombongnya berebut-rebut menyanggupi
permintaan Allah Swt sehingga banyak
manusia masuk ke neraka karena gagal
memegang amanah".

Imam Ghazali : "Apa yang paling ringan
di dunia ini ?"
Murid 1 "Kapas"
Murid 2 "Angin"
Murid 3 "Debu"
Murid 4 "Daun-daun"
Imam Ghazali : "Semua jawaban itu benar,
tetapi yang paling ringan sekali di
dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT.
Gara2 pekerjaan kita atau urusan dunia,
kita tinggalkan sholat".

Imam Ghazali : "Apa yang paling tajam
sekali di dunia ini ?"
Murid2 dengan serentak menjawab : "Pedang"
Imam Ghazali : "Itu benar, tapi yang
paling tajam sekali di dunia ini adalah
LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah,
manusia dengan mudahnya menyakiti hati
dan melukai perasaan saudaranya sendiri"
Read More

Sunday, December 18, 2011

Bila Jodoh Tak Kunjung Tiba Oleh : Ustadz Ihsan Hakim

Sebagai orang beriman, salah satu hal yang harus kita yakini bahwa hanya Allah swt yang menentukan jodoh kita. Bahwa kita dilahirkan bersamaan dengan ketetapan jodoh yang terbaik menurut Allah swt. Di dalam doa-doa kita, khususnya bagi yang belum menikah, selalu terungkap doa agar Allah swt menyegerakan jodoh di dunia yang fana ini. Lalu bagaimana jika jodoh tak kunjung tiba? Padahal hampir setiap saat, kita selalu memintanya kepada Allah swt, Sang Maha Kaya dan Pencipta segala sesuatu. Tapi mengapa jodoh tetap tak kunjung datang?


Kalau sudah begini, jangan pernah sekalipun terlintas dalam pikiran kita, untuk berprasangka buruk kepada Allah swt. Na’udzubillah min dzaalik. Justru, kita harus instropeksi pada diri sendiri. Sudahkah kita melakukan ikhtiar untuk menjemput jodoh yang sesuai dengan cara-cara Rasulullah saw? Berikut beberapa nasehat tentang jodoh yang tak kunjung tiba dari Ust. Ihsan Hakim


1. Niat yang Baik
Niat yang baik maksudnya jika hendak melakukan sesuatu, tidak cukup hanya sekedar niat. Tetapi harus diikuti dengan langkah-langkah atau perbuatan yang akan mewujudkan niat tersebut. Jadi, kalau memang kita ingin menjemput jodoh, maka lakukanlah perbuatan-perbuatan yang berkaitan dengan hal itu. Salah satunya, mencari ilmu tentang jodoh atau misalnya menabung untuk biaya pernikahan.

2. Mengubah Pemahaman
Selama ini ikhwan memiliki hasrat untuk menjemput jodoh. Bagaimana kalau jodoh yang mencari ikhwan? Begitu juga dengan akhwat, yang memiliki kecenderungan menunggu jodoh. Ternyata tidak ada salahnya kalau akhwat berinisiatif menjemput jodoh. Ikhwan yang ingin jodoh menjemput dirinya, maka harus melakukan perbaikan diri, seperti meningkatkan keilmuan dan keshalihan. Begitu juga dengan akhwat yang ingin menjemput jodoh. Salah satunya adalah menabung. Karena jaman sekarang tidak hanya ikhwan yang wajib menanggung beban biaya pernikahan. Tapi akhwat juga punya tanggung jawab. Kita tahu bagaimana, Siti Khadijah yang tertarik lebih dulu kepada Muhammad. Waktu itu beliau belum mendapat tugas kerasulan. Tapi karena keluhuran akhlaknya, maka Khadijah pun ingin menjadikan Muhammad sebagai suaminya. Soal biaya, jelas Khadijah mampu karena dia seorang janda yang kaya raya. Kondisi sekarang, ikhwan banyak yang sudah siap secara fisik dan keilmuan, tapi dana belum mencukupi. Karena itu tidak ada salahnya kalau akhwat juga menabung dan turut menanggung biaya pernikahan.

3. Meminta bantuan orangtua, keluarga atau orang lain.
Selama ini orangtua selalu menanyakan kapan kita akan menikah. Sekarang kita balik dengan meminta orangtua untuk mencarikan jodoh buat kita. Bisa juga meminta bantuan saudara, atau teman. Tentunya mereka yang dimintai bantuan sudah paham dengan kriteria jodoh yang kita inginkan. Atau, kita membantu orang lain untuk menjemput jodoh. Karena ada hadits yang menyatakan, muslim yang baik adalah yang bermanfaat bagi muslim lainnya. Insya Allah dengan banyak membantu orang lain untuk menjemput jodohnya, maka Allah swt akan menyegerakan bertemu dengan jodoh kita.

4. Berdoa
Kalau selama ini kita sering berdoa untuk kebaikan diri sendiri, maka cobalah untuk mendoakan orang lain. Doakan orang lain agar dimudahkan untuk menjemput jodohnya. Karena jika seseorang mendoakan orang lain, yang orang tersebut tidak mengetahui kalau dirinya didoakan, maka para malaikat akan mendoakan hal yang sama untuk orang yang mendoakan.

5. Tawakal
Serahkan segalanya kepada Allah swt. Tawakal itu harus berkhusnuzhon kepada Allah swt. Ada dua kehendak Allah yang harus kita yakini. Kehendak qauniyah dan syar’i. Pada dasarnya, Allah swt menghendaki kita menikah. Karena menikah merupakan perbuatan baik. Tidak mungkin Allah menjerumuskan kita kepada hal-hal yang tidak baik. Tapi kehendak qauniyah kita sendiri membuat kita malas, tidak membuka diri, ada yang datang tapi kita menolak. Inilah kehendak qauniyah kita.

Ketika kita sudah sangat berhati-hati menaiki atap rumah namun akhirnya terjatuh juga, maka ini adalah kehendak syar’i Allah swt. Tapi ketika kita tidak berhati-hati lalu terjatuh, ini adalah kehendak qauniyah.
Kaitannya dengan menikah, kita sudah meniatkan untuk itu dan merasa sudah tawakal kepada Allah swt. Tapi ternyata, kita lebih sering tidak khusnuzhon kepada Allah swt. Padahal Allah swt selalu menginginkan segala kebaikan kepada kita. Hanya kita tidak menyikapi kebaikan Allah swt itu dengan baik. 

6. Amalan
Puasa sunnah. Tapi jangan niat puasa sunnah untuk menjemput jodoh. Tetap niatkan untuk beribadah kepada Alah. 

Sholat tahajjud dan banyak berdoa kepada Allah swt. Dibolehkan menyebutkan amalan-amalan yang sudah dilakukan dalam doa kita. Misal, Ya Allah semoga amal puasa yang sudah hamba lakukan, dapat menyegerakan jodoh yang terbaik menurut Engkau. Banyak Istighfar. Banyak berinfaq. Dan jangan pernah berputus asa. “Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila Dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa". (Qs. al-Israa:83)

Karena berputus asa akan membuat kita terputus dari rahmat Allah swt. Putus asa sering dipicu karena kita memiliki sedikit saja prasangka buruk kepada Allah swt. Misalnya, seorang akhwat sudah merasa Allah swt menjadikan dia perawan tua, karena hingga usia yang sudah cukup matang, jodoh masih tak kunjung tiba. Maka Allah pun menjadikannya seperti itu. Namun jika dia optimis, Allah swt pasti akan menolongnya.

Jadi intinya bagaimana kita menyikapi jodoh yang tak kunjung tiba adalah jangan pernah sedikit pun kita berprasangka buruk kepada Allah swt. Dalam hadits qudsi Allah swt berfirman, “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku”.

Read More

Tarbiyah, sebuah Proses Pembentukan

Tarbiyah, sebuah Proses Pembentukan

Pengertian Tarbiyah secara bahasa adalah Tansyi`ah(pembentukan), Ri`ayah (pemeliharaan), Tanmiyah (pengembangan),dan Taujih (pengarahan).

Maka proses tarbiyah yang kita lakukan dengan menggunakan sarana dan media yang ragam dan bermacam-macam, seperti halaqoh, mabit, tatsqif, ta`lim fil masajid, mukhoyyam, lailatul katibah dan lainnya harus memperhatikan empat hal diatas sebagai langkah-langkah praktis untuk sampai pada tujuan strategis yaitu terbentuknya pribadi muslim da`i atau muslim shalih mushlih.

1. Tansyi`ah (pembentukan)

Dalam proses tansyi`ah harus memperhatikan tiga sisi penting yaitu :

a. Pembentukan Ruhiyah Ma`nawiyah. Pembentukan ruhiyah ma`nawiyah dapat dilakukan dengan kegiatan-kegiatan ibadah ritual seperti qiyamul lail, shaum sunnah, tilawah Qur`an, dzikir dll. Para Murabbi harus mampu menjadikan sarana-sarana tarbiyah semisal mabit, lailatul katibah, jalsah ruhiyah, dalam membentuk pribadi Mutarabbi pada sisi ruhiyah ma`nawiyahnya dan dirasakan serta disadari oleh Mutarabbi bahwa ia sedang menjalani proses pembentukan ma`nawiyah ruhiyah. Jangan sampai mabit hanya untuk mabit.

b. Pembentukan Fikriyah Tsaqofiyah. Sarana dan media tarbiyah tsaqofiyah harus dijadikan sebagai sarana dan media yang dapat membentuk peserta tarbiyah pada sisi fikriyah tsaqofiyah, jangan sampai tatsqif untuk tatsqif dan ta`lim untuk ta`lim, tetapi harus jelas tujuannya bahwa tatsqif untuk pembentukan tsaqofah yang benar dan utuh, ta`lim untuk tafaqquh fid dien dan ini harus disadari dan dirasakan oleh Murabbi dan Mutarabbi.

c. Amaliyah Harakiyah. Proses tarbiyah selain bertujuan membentuk pribadi dari sisi ruhiyah ma`nawiyah dan fikriyah tsaqofiyah juga bertujuan membentuk amaliah harakiyah yang harus dilakukan secara berbarengan dan berkeseimbangan seperti kewajiban rekruitmen dengan da`wah fardiyah, da`wah `ammah dan bentuk-bentuk nasyrud da`wah lainya. …… serta pengelolaan halaqoh tarbawiyah yang baru sehingga sisi ruhiyah ma`nawiyah dan fikriyah tsaqofiyah teraktualisasi dan terformulasi dalam bentuk amal nyata dan kegiatan ril serta dirasakan oleh lingkungan dan mayarakat luas.

2. Ar ri`ayah (pemeliharaan).

Kepribadian Islami yang sudah atau mulai terbentuk harus dijaga dan dipelihara ma`nawiyah, fikriyah dan amaliyahnya serta harus selalu dimutaba`ah (dikontrol) dan ditaqwim (dievaluasi) sehingga jangan sampai ada yang berkurang, menurun atau melemah. Dengan demikian kualitas dan kuantitas ibadah ritual, wawasan konseptual, fikrah dan harakah tetap terjaga dan terpelihara dengan baik. Tidak ada penurunan dalam tilawah yaumiyah, qiyamul lail, shaum sunnah, baca buku, tatsqif, liqoat tarbawiyah dan aktivitas da`wah serta pembinaan kader.

3. At Tanmiyah (pengembangan).

Dalam proses tarbiyah, Murabbi dan Mutarabbi tidak boleh puas dengan apa yang ada dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, apalagi menganggap sudah sempurna. Murabbi dan Mutarabbi yang baik adalah Murabbi dan Mutarabbi yang selalu memperbaiki kekurangan dan kelemahan serta meningkatkan kualitas, berpandangan jauh kedepan, bahwa tarbiyah harus siap dan mampu menawarkan konsep perubahan dan dapat mengajukan solusi dari berbagai permasalahan ummat dan berani tampil memimpin umat. Oleh karenanya kualitas diri dan jamaah merupakan suatu tuntutan dan kebutuhan dalam proses tarbiyah.

4. At Taujih (pengarahan) dan At Tauzhif (Pemberdayaan).

Tarbiyah tidak hanya bertujuan untuk melahirkan manusia yang baik dan berkualitas secara pribadi namun harus mampu memberdayakan …… dan kualitas diri untuk menjadi unsur perubah yang aktif dan produktif ( Al Muslim Ash Shalih Al Mushlih ). Murabbi dapat mengarahkan, memfungsikan dan memberdayakan Mutarabbinya sesuai dengan bidang dan kapasitasnya.Mutarabbi siap untuk diarahkan, ditugaskan, ditempatkan dan difungsikan, sehingga dapat memberikan kontribusi ril untuk da`wah, jamaah dan umat, tidak ragu berjuang dan berkorban demi tegaknya dienul Islam.

“ Diantara orang-orang yang beriman itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka telah janjikan kepada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur, dan diantara mereka ada pula yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah janjinya. “ ( QS 33 : 23 )

Indikasi keberhasilan tarbiyah bisa dilihat pada peran dan kontribusi kader dalam penyebaran fikrah, pembentukan masyarakat Islam, memerangi kemunkaran memberantas kerusakan dan mampu mengarahkan dan membimbing umat ke jalan Allah. Serta dalam keadaan siap menghadapi segala bentuk kebathilan yang menghadang dan menghalangi lajunya da`wah Islam.

“ Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu`min diri dan harta mereka dengan memberikan syurga kepada mereka, mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh, itu telah menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur`an, dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain ) daripada Allah, maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar “ (QS 9 : 111)

Semoga Allah selalu bersama kita dan kemenangan memihak kepada kita.

“ Jika kamu membela (agama) Allah, pasti Allah memberikan kemenangan kepadamu dan mengokohkan kakimu diatas jalan yang haq “

Read More

A Prayer About His Pray

A Prayer About His Pray

I asked for strength...
And God gave me difficulties to make me strong
I asked for wisdom...
And God gave me problem to solve
I asked for prosperity...
And God gave me brains to work
I asked for courage...
And God gave me dangers to overcome
I asked for love...
And God gave me troubled people to help
I asked for favours...
And God gave me opportunities
I received nothing that I wanted
I received everything that I needed
My prayer has been answered


Kisah Seorang Pendoa

Ketika kumohon pada Allah kekuatan
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat
Ketika kumohon pada Allah kebijaksanaan
Allah memberiku masalah untuk kupecahkan
Ketika kumohon pada Allah kesejahteraan
Allah memberiku akal untuk berpikir
Ketika kumohon pada Allah keberanian
Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi
Ketika kumohon pada Allah sebuah cinta
Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong
Ketika kumohon pada Allah bantuan
Allah memberiku kesempatan
Aku tak pernah menerima apa yang kupinta
Tapi aku menerima segala yang kubutuhkan
Doaku terjawab sudah

Sumber Foto : Deviantart
Read More

Kisah Selembar Waktu




Kisah Selembar Waktu

(Adaptasi terjemah surat Al Ashr, oleh Ariffin Noor Hasmy -Nov '86)

Demi selembar waktu yang melayang-layang di cakrawala
Melintas nasib dan usia, membuka nafas dan bencana
Menguak tabir dunia, dan menyimpan misteri manusia

Sesungguhnya orang-orang dihadapkan pada
Sebuah cermin kebimbangan, mengeja sejumlah makna
Yang tersirat di gelap waktu

Demi selembar waktu,
Sesungguhnya orang-orang terjebak dalam arus kerugian!
Kecuali mereka yang senantiasa beriman dan beramal saleh
serta membisikkan kata-kata kebenaran
Sejauh-jauh lintasan suara dan saling mengingatkan makna kesabaran
Kepada sesama manusia penghuni alam semesta

Read More

Untukmu Bunda,,

Untukmu Bunda,,

sayup kudengar gerit halus suara pintu di
 kegelapan nan hening
 kalau aku terbangun malam itu
 kemericik air mengalir menyenandungkan
 ritual wudhu
mengirim desir angin dingin yang membuatku
menarik selimut lebih dalam
Bundaku..........
 kau ajar aku dalam diammu nilai Ilahiah

 kasih mengalir di senja itu,
 ketika aku harus menunggu giliran mengaji
 darimu
 atau cahaya remang mentari menyentuh bola
 mataku,
 kala dalam kuap sisa tidurku
 kulihat engkau membaca qur'an pagi itu
 Bundaku............
 dalam lakumu kau ajar aku kecintaan akan
 Kalam Ilahi

 tak banyak yang kau beri dari dunia ini
 padaku
 tak banyak tuntutan kau ungkap akan harapan
 seorang ibu
 nilai ketulusan dan kesederhanaan
 mengajarkanku sesuatu
 Maka kelak.......
 jika harus engkau pertanggungjawabkan amanah
 ini dihadapanNya
 ijinkah aku untuk mengatakan............

 Aku yang salah Tuhanku
 untuk kebodohanku dalam mengambil pelajaran
 Aku yang salah Tuhanku
 untuk keburukan akhlak yang terpatri

 Aku yang salah Tuhanku
 untuk semua pelanggaran yang telah aku
 lakukan

 hingga engkau bebas
 dari tuntutanNya akan laku anakmu ini
 sekalipun itu
 tak pernah cukup untuk mengganti
 setiap cucur darah, keringat dan airmata
 dari ketulusan cintamu

Sumber Foto : Deviantart 
Read More

Children Learn What They Live

Children Learn What They Live
(by Dorothy Law Nolte)


If a child lives with a criticism,
he learns to condemn.
If a child lives with hostility,
he learns to fight.
If a child lives with ridicule,
he learns to be shy.
If a child lives with shame,
he learns to feel guilty.
If a child lives with tolerance,
he learns to be patient.
If a child lives with encouragement,
he learns to be confident.
If a child lives with praise,
he learns to appreciate.
If a child lives with fairness,
he learns to justice.
If a child lives with security,
he learns to have faith.
If a child lives with approval,
he learns to like himself.
If a child lives with acceptance and friendship,
he learns to find love in the world.


Anak Belajar Dari Kehidupannya


Jika anak dibesarkan dengan celaan,
ia belajar mamaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
ia belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,
ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
ia belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan,
ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan,
ia belajar keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
ia belajar kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
ia belajar menyenangi dirinya.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.


Sumber Gambar : Deviantart
Read More

Pantaskah Kita Mengeluh....?

Pantaskah kita mengeluh?
Padahal kita telah dikaruniai sepasang lengan yang kuat untuk mengubah dunia.
Layakkah kita berkesah?
Padahal kita telah dianugerahi kecerdasan yang memungkinkan kita membenahi sesuatunya.


Apakah kita bermaksud menyia-nyiakan semua itu,
lantas menyingkirkan beban tanggung jawab dari pundak  kita ?
Jangan! Jangan biarkan semua kekuatan yang ada pada diri kita terjungkal hanya karena kita
berkeluh kesah.
Ayo,tegarkan hati...!! Tegakkan bahu. Jangan biarkan semangat hilang hanya karena tak tahu apa
jawaban atas persoalan kita.


Jangan biarkan kelelahan menghujamkan keunggulan  kita.
Ambillah nafas dalam-dalam. Tenangkan semua alam raya yang ada dalam benak  kita.
Lalu temukan lagi secercah sinar di balik awan galaksi.
Dan, mulailah ambil langkah baru.


Sesungguhnya, ada orang yang lebih berhak mengeluh dibanding kita.
Sayangnya suara mereka parau tak terdengar, karena mereka tak sempat lagi mengeluh.
Beban kehidupan yang berat lebih suka mereka jalani daripada disesali.
Jika demikian, apakah  kita lebih suka mengeluh daripada menjalani tantangan
hidup?

Read More