Wednesday, December 28, 2011

Galau dan Keterlibatan Hati,,,

[G]ama [A]lfa [L]ima [A]lfa [U]ltra = .....?


Galau ya mungkin sudah banyak artikel yang membahas tentang defenisi dari kata "Galau" ini yang sekarang menjadi hot tread di jejaring sosial ataupun forum forum di diskusi di internet dari mulai galau tinggkat manusia sampai galau tingkat dewa. Kebanyakan dari situs atau blog  maupun forum terbuka di internet mengaitkan kata galau dengan beberapa kondisi seperti :

"KEBIMBANGAN SESEORANG DALAM MENENTUKAN PILIHAN PASANGAN HIDUP"  
"KELABILAN SESEORANG DALAM MENGAMBIL SIKAP"
"KISAH PERCINTAAN / ASMARA"
"KELUHAN PRIBADI TENTANG KEHIDUPAN"
Dll,,

Lantas apa hubungannya antara galau dan keterlibatan hati...?
Berbicara "galau" maka tidak bisa di lepaskan dari keterikatan hati, karena segala sumber kegalauan adalah berasal dari hati. Galau merupakan kondisi dimana  ketidakmantapan hati dalam menentukan suatu sikap terhadap seuatu yang akan diambil atau dipilih. Banyak relevansi dari kata galau yang bisa kita temukan seperti gambar di bawah ini, yang saya temukan di www.artikata.com, cekidot 


Kegalauan yang terjadi pada diri kita ataupun orang lain sangat erat kaitannya dengan kondisi hati kita, hati yang kosong dan hampa akan mudah untuk bergalau ria, sedangkan hati yang terjaga dan selalu di sibukkan dengan hal hal yang positif akan lebih terjaga. Terkadang banyak orang yang lebih menikmati kegalauan dan merasa bangga atas kegalauan yang terjadi pada dirinya sendiri dibandingkan dengan mencari solusi agar keluar dari kegalauan yang terjadi.  Lantas bagaimana agar kita bisa terhindar dari virus kegalauan ini sendiri :


1. Ingatlah Allah


Firman Allah, "Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah dengan menyebut nama Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepadaNya di waktu pagi dan petang." (Al-Ahzab 41-42)


2. Menjaga Hati


Rasul bersabda, "Dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya; dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah, itulah hati." (Al-Hadis).
 hati tidak bisa melihat sesuatu dalam bentuk yang sebenarnya. Seperti melihat kebenaran menjadi kesesatan, kesesatan menjadi kebenaran, merasakan manis menjadi pahit, dan pahit menjadi manis.Lalu, bagaimana menjaga hati agar tetap sehat? Ibnul Qayyim menjelaskan, agar hati bisa tetap sehat, ia bisa dilakukan dengan tiga cara; menjaga kekuatan hati, melindungi hati dari hal-hal yang membahayakan, dan membuang zat-zat yang berbahaya bagi hati. Kekuatan hati bisa didapatkan dengan iman. Dan iman merupakan sumber kekuatan hati paling utama. Jika iman hilang, hati akan menjadi sakit.


3. Taubat & Beristigfar


Tobat dan istighfar adalah dua obat yang bisa membuang toksin di dalam hati. Ia bagaikan antibody yang bisa membuat hati tetap sehat.


4. Bacalah Al-Qur'an


Bacalah AL-Qur'an agar hati kita tenang dan damai, tidak ada obat yang lebih mujarab untuk menenangkan hati dan menerangkan jiwa manusia selain daripada al-Qur'an yang telah diturunkan oleh Allah sebagai obat.


Allah S.W.T berfirman :
" Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.،¨ (QS. Al Israa':82)

Wallahualam bisawab,


Gunawan Alfarizi 29/12/2011

1 comments:

Post a Comment