Friday, September 9, 2011

Baik atau tidaknya seseorang itu bukan di nilai dari kecerdasan akal tetapi dari kebersihan hatinya

Baik atau tidaknya seseorang itu bukan di nilai dari kecerdasan akal tetapi dari kebersihan hatinya

Masih terngiang kalimat tersebut yang pernah di sampaikan oleh ustadz Aam Amiruddin ketika saya mengikuti pengajian rutin Majelis Percikan Iman di masjid Almurasalah Gegerkalong Learning Center Telkom Risti. Untuk mengawali tulisan ini kita cermati hadist berikut ini :
“sesungguhnya dalam diri manusia itu ada segumpal daging, bila ia baik maka baiklah seluruh jasad, bila ia rusak maka rusaklah seluruh jasad, dan segumpal daging tersebut bernama “HATI”. (HR,bukhari)”

Hati adalah sumber yang menggerakan kita pada perbuatan buruk ataupun baik, tergantung dari cara kita menjaga dan marawat hati kita untuk selalu dekat dengan Allah SWT. Jika Aktifitas yang kita lakukan kita selalu mengikutsertakan hati yang baik, maka aktifitas itupun akan menjadi baik dalam Pandangan Allah, namun jika aktifitas yang kita lakukan kita kita selalu mengikutsertakan hati yang buruk, maka aktifitas itupun akan menjadi jalan keburukan untuk diri kita.

Allah SWT juga berfirman dalam surat Al A’raf ayat 146 yang artinya “akan aku palingkan dari tanda – tanda kekuasaanku orang – orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. kalaupun mereka melihat suatu tanda kekuasaanku mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak akan menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat – ayat kami dan mereka selalu lengah terhadapnya.” Inilah ayat yang menggambarkan sesungguhnya Alah hanya akan menerima orang – orang yang baik, dan sesungguhnya Allah Swt hanya akan menerima amalan – amalan yang tanpa sedikitpun ada rasa kesombongan dalam hatinya.

pesan dari pak mario teguh

Ada satu taman, yang jika ia indah, keseluruhan hidup kita akan indah. Taman itu adalah hati. Taman hati yang indah itu berisikan bunga yang namanya syukur, yang dipupuk dengan tanggung-jawab, yang disirami dengan pengakuan bahwa semua hasil adalah pemberian Tuhan, yang disiangi dengan kejujuran, dan yang dipagari dan digerbangi dengan keikhlasan menerima apa pun sebagai keadaan yang terbaik yang masih bisa diperbaiki. Maka, Janganlah menanami hati dengan ilalang kemarahan. Mario Teguh.

Wallahualam bisawab,,

-MNC Tower lnt 25 , 9 September 2011-

0 comments:

Post a Comment