Friday, August 24, 2012

Seyakin Doa, Seoptimal Ikhtiar Dan Sepasrah Tawakal

Narasi kehidupan yang di jalani oleh setiap insan tentu tak ter-elakan dari serangkaian keinginan dan harapan. Tentunya untuk bisa mewujudkan apa yang kita harapkan agar bisa berbuah manis di perlukan suplemen pendukung agar menjadi satu kesatuan yang kuat. Suplemen ini adalah doa, ikhtiar dan tawakal yang menjadi pupuk semangat kita dalam mewujudkan keinginan dan harapan. Doa, ikhtiar dan tawakal laksana organ yang ada di dalam satu tubuh yang memiliki peran tersendiri untuk menjalankan fungsinya namun memiliki tujuan yang sama yaitu untuk bisa saling bersinergi untuk mencapai tujuan yang di harapkan. Dalam fase Perjalanan hidup setiap insan tidak dapat di pungkiri bahwa setiap perjalanan yang di arungi untuk mewujudkan keinginan dan harapan tak terlepas dari krikil krikil yang menghadang. Maka untuk bisa menghadapi krikil krikil ini kita membutuhkan manuver berupa Do'a, karena dengan adanya untaian doa sesungguhnya akan menimbulkan percikan keberanian dalam diri kita agar tumbuh rasa yakin yang menghujam di dalam dadanya bahwa setiap kerikil yang menghadang pasti dapat kita lewati. Karenanya bukan lah hal yang sulit bagi Allah untuk mengabulkan setiap doa ataupun permintaan setiap hambaNya, lantas apakah do'a saja sudah cukup ? tentunya tidak ! fase selanjutkan adalah dengan mengoptimalkan ikhtiar yang kita jalani. Karena ikhtiar merupakan bentuk total action sekaligus implementasi dari untaian doa yang kita panjatkan. Cukupkah sampai disitu ? tentunya ada satu hal lagi yang tidak bisa kita tinggalkan yaitu tawakal, setelah serangkaian doa dan dan kerja keras kita dalam berikhtiar maka selanjutnya adalah bertawakal atau menyerahkan semua jawabannya kepada Allah SWT sang pemilik setiap jawaban, karena hanya Allah lah yang Maha Tahu atas setiap kebutuhan hambaNya di bandingkan dengan diri kita sendiri. 

Mari kita simak ayat yang begitu Indah ini Dalam surah Al-Baqarah ayat 186 Allah berfirman,
“Dan apabila hamba-Ku bertanya kepada mu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada- Ku.” 

Janji Allah ini tidak mungkin salah dan diingkari. Setiap doa yang dipanjatkan, pasti dikabulkan, tentunya semuanya itu adalah jawaban yang terbaik yang Allah berikan untuk kita. 

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 2: 216)

Maka mulai saat ini sertakan selalu keyakinan yang menghujam di dalam dada kita akan setiap doa yang kita panjatkan, dan berusaha seoptimal mungkin disetiap ikhtiar yang kita jalani, selanjutnya pasrahkan semuanya kepada Allah dengan bertawakal selalu padaNya,

Wallahualam bissawab,

Gunawan Alfarizi

23 Agustus 2012

0 comments:

Post a Comment