Friday, April 23, 2010

Dude Harlino: ESQ Bangkitkan Semangat Nasionalisme


“Saya sangat tertarik dengan motivasi-motivasi untuk menguatkan keimanan dan spirit hidup yang ditanamkan oleh ESQ,” kata Dude Harlino, artis sinetron yang juga alumni ESQ, ketika menghadiri training ESQ di Menara 165, Sabtu-Minggu (10-11/4).
Seperti sebuah baterai yang perlu diisi ketika energinya mulai habis, begitu pula dengan Dude sebagai alumni ESQ yang akan mengulang kembali ilmu yang pernah didapatnya melalui training ESQ di Menara 165. Pria kelahiran 2 Desember 1980 ini sudah menganggap Menara 165 sebagai rumah keduanya.
Peraih penghargaan Aktor Terfavorit Panasonic Awards ini mengaku mendapatkan nilai-nilai positif yang didapat setelah training ESQ, seperti lebih membuka mata hati, memberikan pencerahan, dan penajaman keimanan. Setelah menjadi alumni ESQ, ia memandang segala sesuatu sebagai ibadah kepada Allah. “Di dalam pekerjaan apa pun itu yang kita kerjakan sehari-hari bisa kita aplikasikan sebagai ibadah.”
Menjadi seorang aktor merupakan bagian dari ibadah. Jadi orientasi pola pikirnya setelah mengikuti training ESQ, lebih pemasrahan diri dan ibadah. “Saya main sinetron ada nilai-nilai keimanan yang bisa kita tanamkan dalam sinetron itu, misalnya sinetron religi yang punya dampak kepada masyarakat, ada nilai-nilai kehidupan yang baik.”
Dude sangat mendukung mimpinya Pendiri ESQ, Ary Ginanjar Agustian untuk mewujudkan Indonesia Emas 2020. “Saya rasa kalau bisa lebih cepat dari 2020 lebih baik, asal nilai-nilai yang ditanam ini harus dijalani sama semua orang. Jangan sampai begitu ikut ESQ, tidak merubah apa pun dalam perilaku.”
Saya bisa melihat mimpinya Pak Ary sama dengan mimpinya Presiden Republik Indonesia Pertama, Soekarno yang juga memimpikan Indonesia menjadi central of the world. Dude menambahkan, Bung Karno mengatakan, siapa pun yang menjadi pemimpin suatu saat nanti Indonesia menjadi pemimpinnya dunia.
“Mimpi saya, mimpinya Pak Ary, mimpinya Bung Karno, dan mimpinya para pejuang yang lain. Mimpi ini harus menjadi mimpinya semua orang.”
Kenapa, karena kita mempunyai potensi yang luar biasa. Pertama geografis Indonesia yang berada di tengah khatulistiwa, kedua kita mempunyai kekayaan yang luar biasa dan sangat kaya. Kalau satu anak bangsa Indonesia mengaplikasikan nilai 7 Budi Utama dan digabungkan dengan visi Indonesia Emas 2020, Insya Allah mimpinya Pak Ary dan Bung Karno akan terwujud.
“Saya dukung mimpi itu, karena itu juga mimpi saya. Saya sangat suka baca buku sejarah, mimpinya para pahlawan di masa lalu kurang lebih seperti itu. Karena dengan mimpi itu melanjutkan mimpi para pejuang terdahulu. Sekarang tinggal membangun karakter setiap orang, bersihkan hatinya, dan kembali kepada Al Quran dan Hadist sebagai landasan utama. Dan pegang juga Pancasila sebagai dasar negara, karena itu yang mempersatukan Indonesia,” paparnya penuh semangat.
Dude mencoba mengutip pidato Bung Karno, “Untuk membangun sebuah bangsa itu membutuhkan karakter. Karakter dari setiap jiwa rakyatnya, baru kita bangun bangsa. Itu kenapa lagu Indonesia Raya, bangunlah jiwanya (karakter) baru bangunlah badannya. Bangun dulu jiwanya dari setiap rakyatnya, baru bangunnya bangsa ini.”
Para pejuang kita di masa lalu sudah wafat, tapi mereka masih punya spirit yang membara, ibarat api unggun yang tak pernah padam. Semangat ini yang diambil oleh Pak Ary dan saya sangat bangga sekali dan mendukung ini, Insya Allah. Membangun dan memberikan kontribusi kepada bangsa tidak harus selalu berada di DPR dan pemerintahan.
Bung Karno pernah berkata, “Bangsa ini kita namakan ibu pertiwi (tanah air). Selayaknya seorang ibu di jaman dulu itu selalu menggunakan sanggul. Setiap individu dari warga negara Indonesia punya kewajiban menghias sanggul ibu pertiwi dengan satu bunga. Bunga apa pun yang bisa kita berikan, berikanlah itu untuk bangsa.”
Artinya apa pun misi yang kita lakukan harus berorientasi pada negara. Saya umpamanya sebagai pekerja seni, mungkin suatu saat saya akan membuat film yang menancapkan nasionalisme yang sangat dalam kepada penonton. Begitu juga ESQ dengan motivasi-motivasi yang luar biasa kepada para peserta. Jadi apa pun bidang kita, lakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara, termasuk ESQ.
“Catatkan namamu di dalam tinta emas perjalanan sejarah bangsa Indonesia,” ungkapnya penuh semangat.

0 comments:

Post a Comment