Monday, June 4, 2012

Pria kantoran dan Pengamen Kecil

Kali ini saya mau bercerita tentang Pria kantoran dan Pengamen Kecil yang saya temui tadi pagi di bus kopaja 502, sayang kalau di lewatkan hanya selintas ingatan tanpa di tulis karena banyak hikmah yang bisa saya ambil di dalamnya. Pukul 08.00 WIB saya biasa menunggu bus di daerah matraman tepatnya di seven eleven. Lumayan agak lama buat nunggu bus kopaja 502 karena biasanya penuh dan sesak jadi saya tunggu yang agak kosong sedikit.  Pukul 08.10 WIB bus pun lewat Allhamdulillah agak longgar walaupun banyak yang masih berdiri dan sayapun naik di bagian belakang. Seperti biasa di sepanjang jalan sang kondektur pun menggaet penumpang dan salah satu penumpang yang masuk adalah sang pengamen cilik, dengan modal tepuk tangan sang pengamen cilik ini pun bernyanyi, entahlah lagu apa yang dia nyanyikan saya pun gak terlalu familiar dengan lagunya, selesai nyanyi sampai daerah tugu tani, sang pengamen cilik ini pun pasti meminta uang sebagai bentuk imbalan dari jasanya menghibur para penumpang. Dan ternyata tak ada satupun yang memberikan uang. Dengan wajah yang lusuh dan ekspresi yang agak sedih sang pengamen cilik pun siap siap untuk turun dari pintu belakang. Kebetulan di samping saya ada seorang pria kantoran yang menjinjing 2 tas bersikan leptop tiba tiba memberikan recehan kepada sang pengamen. Walaupun sudah di berikan uang tetap ekspresinya tak berubah tetap manyun bin cemberut. Sang pengamen cilikpun ternyata masih tetap di bus dan belum mau turun. Akhirnya sang pria kantoran tadi pun mengeluarkan sesuatu dalam tas yang di jinjingnya. Ternyata ia mengeluarkan makanan ringan berupa keripik pisang dan di berikannya kepada sang pengamen cilik. Kali ini ekspresinya sedikit berubah walaupun masih agak manyun sedikit atau memang sudah dari sananya manyun terus hehe. Sang pengamen cilik itu pun turun dan sang pria kantoran tadi masih tetap berdiri. Ketika ada bangku kosong ia lebih dahulu mempersilakan wanita untuk duduk. Ya sampai tempat tujuannya pun ia masih tetap berdiri. Tiba di depan Kantor Departemen agama sang pria ini turun. 

Ya itulah sebuah cerita singkat yang saya alami pagi hari ini, dan pelajaran yang berharga yang bisa saya ambil adalah bahwa indahnya berbagi di pagi hari dengan apapun yang kita punya saat ini. Karena sungguh kebaikan sekecil apapun yakinlah bahwa ada malaikat yang mencatatnya dan Allah pun menyaksikan setiap gerak gerik kita. So selalu awali pagi hari dengan mengucap syukur dan saling berbagi :)

Gunawan alfarizi

MNC 05 Juni 2012

0 comments:

Post a Comment