Thursday, February 2, 2012

Ini Tentang Indahnya Hidup ( Sesi Refleksi Diri )

Jika kau ingin tahu seberapa besar seseorang dalam menghargai hidupnya, maka cukup kau tanyakan, apa itu hidup...? Ya satu kata yang sederhana namun memiliki jutaan makna yang tersirat di dalamnya, kemampuan kita dalam menjawabnya menjadikan sebuah parameter untuk kita, sejauh mana kita menghargai arti dari kehidupan yang Allah berikan untuk kita..

Lantas, bagaimana dengan pendapat saya sendiri tentang indahnya hidup...?
hmmmm, HIDUP adalah sususan dari 5 Hurup(f) 
[H]otel
[I]ndia
[D]elta
[U]ltra
[p]apa

Ya Indahnya hidup itu karena ada RAHASIA didalam kehidupan itu sendiri, dan ada AKHIR dari Sebuah kehidupan. Filosofinya seperti permainan sepak bola, Kita adalah pemainnya, lapangan adalah arena kehidupannya, bola adalah cita citanya, gawang adalah sasaran atau tujuannya, dan lawan adalah rintangannya. Setiap pertandingan bola pasti memiliki batas waktu, dan terget untuk bisa mencetak gol, Tentunya yang membuat banyak orang ingin menyaksikan pertandingan bola ini adalah karena ingin tahu team manakan yang akan mencetak gol lebih dahulu dan gol yang terbanyak. Bayangkan jika saja penonton dan pemain sudah mengatahui lebih dahulu skor yang akan di hasilkan dari pertandingan sebelum perntandingannya di mulai, tentu tidak akan ada yang mau menonton dan tentunya tidak akan ada yang mau bermain lagi, karena mereka sudah tau rahasia dari skor yang nanti di hasilkna. Kemudian disetiap permainan bola ini pasti memiliki batas waktu untuk bermain, yang berfungsi sebagai pemacu semangat agar para pemain bisa mencetak gol sebanyak mungkin dengan waktu yang terbatas, jika saja permainan bola ini waktunya tidak terbatas alias tak ada akhirnya, maka para pemain bisa saja kelelahan bahkan mungkin malas malasan untuk bisa mencetak gol. Begitu juga dengan kehidupan ini, jika saja rahasia kehidupan ini sudah kita ketahui lebih dahulu, tentunya hidup ini tidak kan SERU,,,kita tidak akan bisa merasakan proses dari setiap episode perjalanan hidup yang kita lakukan, tak ada tantangannya lagi, kita cenderung akan lemah, kemudian akhir, ya akhir dari kehidupan, tentu saja kehidupan kita di dunia ini akan ada akhirnya, dan kehidupan dunia yang ada akhirnya inilah yang harusnya menjadi pemacu kita untuk lebih giat dalam berikhtiar di jalan Allah. 

Yakinlah bahwa disetiap desah nafas yang kita hembuskan, disetiap detak jantung yang berdenyut, disetiap kedipan mata kita, disetiap gerak dan langkah kita Allah selalu menyaksikan secara langsung dan tanpa ada 1 detikpun yang Allah lewatkan dari setiap episode kehidupan yang kita lalui. Allah melihat , Malaikat Mencatat , Indah hidup hanya akan di rasakan bagi mereka yang hidupnya hanya untuk Mendapatkan Cinta Allah, Kehampaan dalam kehidupan yang kita rasakan itu karena kita jauh dari Allah. Mereka yang merancanakan untuk bisa meraskan indahnya hidup akan selalu merancang peta peran kehidupan, memiliki targetan dan tujuan di setiap agenda kehidupan yang akan di lalui, Ya itu adalah sebagai bentuk Ikhtiar dalam meraih hidup yang indah, karena bagaimanapun Allah lah yang akan menentukan hasil dari setiap usaha kita dalam berjuang untuk mendapatkan Indahnya hidup, Indahnya hidup akan dirasakan bagi mereka yang memiliki hati yang terjaga, hati yang mampu merasa, hati yang begitu peka akan kehadiran Allah, Hati yang selalu merindu kepada Cinta Allah. Kesederhanaan dalam hidup yang di bentengi dengan hati yang selalu terpaut pada cintaNya Allah, akan membuka mata dan hati kita untuk selalu bersyukur bahwa Allah tidak sia sia dalam menciptakan kita untuk hidup di dunia ini.

Hiduplah untuk Yang Maha Hidup
Hiduplah untuk Yang Maha Cinta
Nikmatilah indahnya hidup ini dengan selalu bersyukur akan setiap rahasia yang Allah punya untuk kita, karena proses hingga akhir dari perjalanan hidup kitalah yang menentukan apakah kita layak untuk bisa masuk kedalam Jannahnya, bertemu dan menatap wajahNya.

Pesan Cinta Allah untuk kita,,

Allah SWT berfirman :

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.*( Al-Qashash ayat 77 )

Wallahualam bisawab,,

Gunawan Alfarizi 03/02/2012

0 comments:

Post a Comment