Sunday, February 5, 2012

Ketika Terminal Leuwi Panjang Menjadi Saksi...

Terminal Leuwi Panjang, banyak kenangan di terminal ini, dan kenangan yang terukir ini terjadi disetiap sore hari ketika saya ingin pulang ke cikarang, diterimnal inilah pernah ada tangisan, diterminal inilah ada hal yang manis layaknya kurma coklat, diterminal inilah ia selalu mengantarkan saya ketika saya ingin pulang ke cikarang, ya ia, ia yang sederhana selalu mengatarkan dan menunggu saya di terminal, ia memberikan kenangan yang sulit untuk di lupakan, ia yang rela naik motor skype hitam untuk sekedar mengantarkan makanan, bahkan kadang mainan, ya di terminal ini, terminal leuwi panjang, 

Yang tak terlupakan adalah ketika bulan ramadhan, ketika itu di terminal ini ia mengantarkan hadiah kotak kecil beupa kurma berlapis coklat, dan ketika ia mengantarkan sebuah mainan puzzle kayu khas jogja, tapi yang lebih berkesan adalah ketika ia tersenyum, tersenyum ketika saya menaiki bus, dari kaca yang buram terlintas senyuman yang khas mengembang, yang terkadang rasa ini ingin meneteskan air mata. Ya diterminal ini juga pernah ada air mata. Air mata rindu karena Allah, semoga pertemuan ini bukanlah akhir, namun pertemuan ini adalah sebuah tangga awal, ya tangga awal, di mulai dari terminal leuwi panjang, 

Ketika terminal leuwi panjang menjadi saksi, 

Gunawan Alfarizi & Sebutir kurma coklat  Ramadhan 1431 H :)

0 comments:

Post a Comment