Monday, January 11, 2010

(ToT/Training of Trainer) ESQ Leadership Center (ESQ LC) angkatan 18 di Cisarua, Bogor


ESQ Leadership Center (ESQ LC) mengadakan kegiatan training untuk para trainer (ToT/Training of Trainer) angkatan 18 di Cisarua, Bogor, Jumat-Minggu (8-10/1). ToT kali ini bertema “Gambate!” yang artinya semangat pantang menyerah. Kegiatan ini merupakan puncak rangkaian evaluasi dan penilaian atas kinerja dan dedikasi para trainer ESQ juga pembekalan untuk menghadapi tantangan di tahun 2010.

ToT diperlukan untuk menjaga kesinambungan kualitas training, update standarisasi materi training, peningkatan kemampuan marketing/independent trainer, dan evaluasi pencapaian target. ToT bertujuan menjaga nilai-nilai 165 yang telah tertanam di dalam dada para trainer dan mengevaluasi program-program yang telah dijalankan.

ToT yang dipandu pendiri ESQ Ary Ginanjar Agustian dihadiri para trainer berjumlah 86 orang yang datang dari beberapa daerah di Indonesia dan Malaysia. Untuk mencapai jenjang tertentu, para trainer harus melalui berbagai pembelajaran, ujian, dan pelatihan dengan disiplin sangat ketat.

Sebelum melakukan ToT, Jumat (8/1) para Ksatria 165 (sebutan bagi trainer ESQ) mengadakan napak tilas dengan mengunjungi kantor ESQ yang lama, yaitu di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kantor yang sederhana itu merupakan kantor pertama ESQ berdiri, di sinilah sejarah ESQ berdiri.

Para ksatria 165 melakukan napak tilas dari ESQ LC menuju kantor pertama ESQ di Melawai, lalu menuju ke Menara 165, kemudian dilanjutkan ke Cisarua, Bogor. Kala itu pendiri ESQ, Ary Ginanjar Agustian bersama Ridwan Mukri, Rinaldi Agusyana, dan Muhlis Syam­sudin merintis ESQ.


Jumat (8/1), Ary Ginanjar yang waktu itu sedang melakukan perjalanan pulang dari Malaysia menuju Indonesia tidak bisa melakukan napak tilas bersama para Ksatria 165. Namun untuk memberikan semangat kepada para Ksatria 165 yang telah tiba di Menara 165, Ary Ginanjar melakukan teleconference.

Ary mengatakan, perjalanan na­pak tilas ini merupakan sebuah semangat pantang menyerah, kegigihan, dan keberanian memiliki sebuah mimpi yang dapat dieksekusi hingga menjadi kenyataan. “Saya menamakan itu Gambate atau kegigihan pantang menyerah.”

Ary yakin, apabila di dalam diri kita semua ada sebuah impian yang kuat akan bangkitnya peradaban yang menjungjung tinggi moralitas, maka bangsa Indonesia akan berubah. Semangat Gambate harus turun ke dalam diri Ksatria 165. Sebarkan nilai-nilai tujuh Budi Utama (jujur, tanggungjawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, peduli) ke setiap daerah. Jangan mengandalkan fisik dan materi semata, tetapi andalkan kekuatan dari dalam diri.

Sesampainya di Cisarua, Bogor, di dalam acara ToT diadakan olahraga beladiri karate. Hal ini penting dilakukan mengingat ketangguhan fisik para trainer yang harus memandu training selama dua atau tiga hari. Ary sendiri ialah mantan juara karate tingkat nasional dan peraih Bronze Medal di International Tournament Samurai Toyama Nakamura Ryu Yokohama, Jepang. Ary menjadi orang pertama di Asia Tenggara yang mendapatkan sabuk hitam Samurai Nakamura Ryu.

Ksatria 165 memakai pakaian karate lengkap dengan sabuknya. Pakaian tersebut menggambarkan ilmu 165 yang melekat pada para trainer, sehingga mereka harus selalu menjaga ilmu tersebut. Sabuk yang dipakai melambangkan loyalitas para trainer di dalam menerapkan dan menjalankan metode 165. Ary mengatakan, sebagai seorang trainer harus seperti samurai yang memiliki semangat Bushido. Ksatria 165 harus memiliki sikap istiqomah, keikhlasan, integritas, dan semangat atau “Gambate”.

“Arti dari Gambate adalah keindahan dari sebuah kesuksesan. Bukan kita tidak pernah gagal, tetapi bagaimana kita dapat bangkit kembali ketika mengalami kegagalan,” ungkapnya.

Kenaikan jenjang para trainer pun ditandai dengan penyerahan sabuk sesuai dengan level masing-masing. Sabuk Ksatria 165 terdiri dari putih, kuning, hijau, biru muda, biru tua, cokelat, dan hitam.

“Mari kita berprinsip seperti samurai (sebutan pendekar Jepang) yang merasa hidup itu pendek, sehingga ia menghindarkan diri dari hal-hal tercela dan hanya mengerjakan hal-hal baik,” ungkap pak Ary.


sumber :(tino/joko - www.esqmagazine.com)

0 comments:

Post a Comment