Friday, January 17, 2014

Perjalanan Menjemput Bidadari Pendamping Hidup Part 2

Bismillahirahmanirahim,

Allhamdulillah, kali ini saya ingin melanjutkan kisah perjalanan menjemput bidadari pendamping hidup part 2, untuk part 1 bisa cek disini  :). Part 2 ini akan saya sampaikan dari mulai proses khitbah hingga ke proses pernikahan saya.


Proses Khitbah,

Pada proses ta'aruf sebelumnya yang Allahmdulillah mendapatkan respon yang baik dari pihak akhwat bahwa ia berkenan untuk melanjutkan dari proses ta'aruf ke proses khitbah, dan saya pun menyanggupi dengan segera untuk bisa datang 1 minggu setelah proses ta'aruf berlangsung. Tak banyak persiapan yang bisa saya siapkan, cukup dengan do'a, niat, keberanian serta maksud dan tujuan yang akan saya sampaikan pada orang tua dari pihak akhwat bahwa saya ingin meminangnya segera, tapi tak semudah yang dibayangkan kawan, saya pun terlebih dahulu harus mengkomunikasikan dengan orang tua saya untuk menjelaskan proses dan tergetan untuk menikah segera dan tentunya yang menjadi pertanyaan inti adalah " dengan siapa saya akan menikah ". Dalam sebuah diskusi kecil yang berlangsung di ruang tamu, saya pun dengan santai menjelaskan dan menjawab setiap pertanyaan pertanyaan yang sensitif dari orang tua saya, yang paling saya ingat adalah ketika saya menjelaskan sosok akhwat yang akan saya lamar, dengan sederhana saya menjelaskan biodata sang akhwat kepada orang tua saya, dan saya jelaskan kepada orang tua bahwa saya tidak menjalani proses pacaran untuk mengenal sang akhwat, saya ingin menjaga diri saya dari hal yang sia sia dan hal yang dapat menjebloskan saya dalam lubang dosa zina. Saya menjelaskan dari mulai proses mengirim CV hingga proses ta'aruf dan Allhamdulillah orang tua saya pun memahami cara yang saya tempuh untuk bisa menjemput jodoh saya. Setelah selesai menjelaskan banyak hal tentang rencana untuk proses pernikahan saya, akhirnya saya mendapatkan izin untuk datang ke rumah orang tua akhwat untuk menyampaikan maksud baik saya kepada orang tuanya.

Sebelum saya mengajak orang tua saya datang ke rumah sang akhwat, saya harus memberanikan diri untuk datang seorang diri terlebih dahulu  ke orang tua sang akhwat untuk sekedar memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud dan tujuan baik saya. Tak lupa tips tips dari Murabbi yang selalu saya ingat ketika kita akan  berkunjung ke rumah orang tua akhwat untuk melamarnya, salah satunya adalah jangan sungkan sungkan dan malu malu makan yang banyak, dan mencairkan diri dalam setiap obrolan agar lebih akrab. Pukul 7 Pagi berangkat dari rumah ( Cikarang ) menuju rumah sang akhwat di Cimahi, Allhamdulillah sampai pukul 10 Pagi pas saya tiba dirumah sang akhwat. Disana saya langsung disambut oleh bapak dan ibu dari sang akhwat, Senyuman ramah dari mereka ketika memperilahkan saya masuk kerumahnya setidaknya sudah memberikan saya energi positif untuk lebih berani dan tidak grogi :D. Rupanya orang tua dari farida pun sudah mengenal saya yang saya yakin farida sudah menjelaskan siapa saya kepada orang tuanya. Obrolan pembuka pun dimulai dengan perkenalan dari saya dan kedua orang tua farida, Namanya pak Budi, beliau bekerja di sebauh perusahaan tambang di kalimantan, tepatnya di Tenggarong, ia bisa pulang kerumah ( Cimahi ) sekitar 3 bulan sekali bahkan 5 bulan sekali, ia sudah terbiasa berpetualang keliling daerah daerah hutan dari mulai aceh hingga papua, Ibunya bernama Siti Masitoh adalah sosok ibu yang baik hati dan ramah yang kesehariannya adalah sebagai ibu rumah tangga yang sangat jago memasak :).

Setelah obrolan pembuka dengan perkenalan diri saya secara detail mulai dari aktifitas keseharian sampai tempat saya kerja, setelah selesai memperkenalkan diri saya pun langsung to the point karena saya tidak mau terlalu bertele tele, ma'lum mungkin ini sudah menjadi karakter dari pria bergolongan darah B :D. Saya sampaikan kepada pak Budi bahwa saya serius ingin segera melamarnya dalam waktu dekat, Allhamdulillah saya pun mendapatkan lampu hijau dari beliau, dan beliaupun meminta saya untuk mengajak kedua orang tua saya datang ke Cimahi untuk perkenalan kedua keluarga dan juga untuk sekedar seremoni lamaran antara saya dengan ukh farida. Tak panjang lebar saya pun menyanggupi untuk segera mengajak kedua orang tua saya datang ke Cimahi. Selesai pembicaraan yang cukup panjang dan bikin grogi saya diajak untuk makan siang, kebetulan dari pagi memang sengaja gak makan supaya nanti makan sebanyak banyaknya di rumah ukh farida :D, Banyak sajian yang dihidangkan salah satu makanan kesukaan saya ternyata juga ada disana, yaitu orek tempe, yang kebetulan juga merupakan menu favorit dari pak Budi. Allhamdulillah selesai misi kedua saya untuk memperkenalkan diri, saya tak bisa berlama lama karena saya harus kembali ke Cikarang untuk menyampaikan kabar gembira ini kepada kedua orang tua saya. Saya pun pamit untuk pulang ke Cikarang tak lupa senyuman hangat dari kedua orang tua ukh Farida yang selalu membuat saya yakin bahwa saya bisa segera menikah dengan putri bungsunya itu.

Sesampainya saya dirumah saya langsung menyampaikan kepada kedua orang tua saya bahwa pekan depan kedua orang tua dari ukh farida mengizinkan saya untuk datang bersama keluarga, Allhamdulillah respon positif pun diberikan oleh bapak dan ibu saya, mereka menyanggupi untuk bisa hadir pada acara lamaran yang sederhana nanti, ya untuk sekedar memperkenalkan dan mengakrabkan diri anatar kedua keluarga dan tentunya kehadiran keluarga saya disana adalah sebagai gateway untuk meng-khitbah ukh farida dengan kekeluargaan yang sederhana. Tak lupa 1 hari sebelum saya dan keluarga datang ke Cimahi, umi mengajak saya untuk membeli cincin untuk proses khitbah nanti tak lupa kami membeli beberapa keranjang buah untuk kami bawa nanti. Ahad tepat jam 7 pagi kami berangkat dari Cikarang menuju Cimahi, tak lupa saya mengajak kedua kakak dan kedua keponakan saya yang masih unyu unyu " AL & Abian ". Sesampainya kami di rumah ukh farida, kami sekeluarga disambut dengan hangat, tak ada yang spesial ataupun ramai, hanya ada beberapa lembar karpet dan meja makan yang disiapkan dan tentunya tempat duduk untuk kedua orang tua saya diskusi dengan orang tua ukh Farida. Pembukaan dimulai dari kakak ipar saya dengan perkenalan antar keluarga kemudian kami menyampaikan maksud dan tujuan datang kerumah. Dengan begitu hangatnya obrolan kami tentang perkenalan kedua keluarga akhirnya sampai pada point puncak yaitu menyampaikan niatan untuk meng-khitbah ukh farida dengan saya, kedua orang tua farida pun menyambut baik niat dan keinginan saya untuk mengkhitbah ukh farida, tanpa ada syarat yang rumit, lampu hijau langsung diberikan kepada saya dan keluarga, Allhamdulillah senangnya hati saya mendapatkan respon yang baik dari kedua keluarga, walaupun pada saat yang bersamaan tanggal pernikahan kami belum bisa ditentukan karena ukh farida dan kedua orang tuanya harus menunaikan ibadah Umrah terlebih dahulu bulan Februari, dan setelah beliau pulang dari ibadah Umrah baru tanggal bisa ditentukan, :). Dan sama seperti keinginan saya dan ukh farida bahwa kami tidak ingin terlalu lama dalam proses khitbah ini, dan akhirnya setelah beliau dan keluarga pulang dari Ibadah Umrah tanggal pun bisa ditentukan yaitu 10 Maret 2013 :),

To Be Continued.... ( Proses Pernikahan )


Foto ketika umi memasangkan cincin kepada ukh farida sebagai tanda bahwa kami telah bertunangan



Gunawan Alfarizi



0 comments:

Post a Comment